KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Cabang (PC) Perempuan Indonesia Raya (PIRA) se-Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2025–2030 resmi dikukuhkan, Jumat (16/5/2025).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PIRA, Sumarjati Arjoso dalam sebuah seremoni di salah satu hotel ternama di Kota Kendari.
PIRA merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang secara konsisten memperjuangkan hak-hak perempuan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Momentum pengukuhan ini sekaligus menjadi penanda komitmen PIRA dalam mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam politik dan pengambilan kebijakan.
Ketua PD PIRA Sultra, Hasmawati dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan basis kader perempuan di daerah, sebagai pondasi untuk memperkuat gerakan politik perempuan di tingkat nasional.
“Pelopor gerakan kader politik harus dimulai dari daerah. Karena itu, kami membentuk kepengurusan PIRA di 17 kabupaten dan kota se-Sultra,” bebernya.
Ia menyebut, partisipasi politik perempuan di Sultra masih sangat rendah. Dari total 53 anggota DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten kota, hanya lima di antaranya adalah perempuan. Rinciannya, satu orang di DPRD Provinsi dan empat lainnya di kabupaten kota.
“Ini menjadi tantangan kita bersama. Tapi PIRA hadir untuk mengajak lebih banyak perempuan berani tampil dan mengambil peran dalam politik. Kami optimistis jumlah ini akan bertambah dalam waktu dekat,” tegas Hasmawati.
Menurutnya, perkembangan PIRA di Sultra tak lepas dari peran Ketua DPD Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar, yang disebutnya sangat mendukung kiprah politik perempuan.
Sementara itu, Gubernur Sultra sekaligus Ketua Dewan Penasehat DPD Gerindra Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dalam sambutannya memberikan pesan khusus kepada pengurus PIRA agar tetap menjaga kekompakan dan soliditas organisasi.
“Saya berharap, khususnya kepada pengurus Gerindra dan PIRA, agar tetap menjaga soliditas. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu benar, karena itulah salah satu cara untuk melemahkan kita,” kata Andi Sumangerukka.
Ia menggarisbawahi pentingnya memaksimalkan potensi lima kursi legislatif yang kini diisi oleh perempuan. Bagi dia, ini adalah peluang besar untuk menunjukkan kualitas dan kapabilitas perempuan dalam berpolitik.
“Sekarang ada lima perempuan yang duduk di legislatif. Ini momentum bagus. Saya yakin, ke depan akan lebih banyak lagi kader perempuan yang tampil. Kita targetkan minimal tujuh kursi legislatif diisi perempuan dari Gerindra,” tegasnya.
Gubernur Andi Sumangerukka juga menyinggung keberhasilan Partai Gerindra dalam Pileg sebelumnya, yang menurutnya dicapai sebelum dirinya menjabat kepala daerah. Dengan posisi politiknya saat ini, ia meyakini capaian itu bisa dilipatgandakan.
“Kemarin bisa lima kursi padahal saya belum jadi gubernur. Sekarang saya sudah jadi, dan saya pastikan, peran perempuan dalam politik akan semakin kuat,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar