KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ridwan dan Tina Nur Alam sulit untuk dipasangkan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024 nanti.
Pasalnya, kedua figur tersebut memilki kans yang hampir sama. Mereka memiliki dukungan dan basis suara yang jelas. Politikus Golkar itu mempunyai basis suara di kepulauan dan politikus NasDem itu memiliki basis di daratan.
Namun, problemnya adalah kedua tokoh politikus Sultra itu masing-masing memposisikan diri sebagai calon Gubernur Sultra.
“Keduanya sulit untuk dipasangkan, apalagi Tina Nur Alam memiliki tim maker dari mantan gubernur Sultra, Nur Alam,” ungkap Pengamat Politik dari Universitas HaluOle (UHO) Kendari, Najib Husen saat ditemui di UHO, Rabu (6/3/2024).
Dalam sejarah Pilgub tambahnya, Nur Alam pernah mendapatkan dukungan dari Ridwan Bae dan saat itu suara di Kabupaten Muna (Sebelum mekar, red) sangat menentukan untuk kemenangan Nur Alam tahun 2010 lalu untuk periode pertama.
“Pada dasarnya, kedua figur itu kecil kemungkinan untuk diduetkan. Kesulitannya adalah masing-masing memiliki basis suara yang kuat,” bebernya.
Berdasarkan survei Ridwan Bae dan Tina Nur Alam ketika berpasangan peluang menang ada. Hanya ada kelemahan dari suara daratan karena biasanya suara daratan kalau figurnya diposisikan 02 maka suara tidak maksimal.
“Itulah kelemahannya kecuali figurnya sebagai 01 maka suara daratan akan maksimal, seperti Pak Asrun di Pilgub 2019 lalu,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar