KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai memperketat disiplin aparatur sipil negara (ASN) sekaligus mendorong perbaikan kualitas pelayanan publik.
Hal itu ditandai dengan inspeksi mendadak (Sidak) apel pagi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di RSUD Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).
Dalam sidak tersebut, Amir Hasan didampingi jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tingkat kedisiplinan pegawai, khususnya kehadiran dalam apel pagi, sekaligus mengevaluasi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Sekda Kota Kendari, Amir Hasan saat melaksanakan sidak di RSUD Kota Kendari, Rabu (22/7/2026). Foto Andri
Menurut Amir Hasan, disiplin ASN tidak hanya diukur dari kehadiran di kantor atau mengikuti apel pagi. Lebih dari itu, disiplin harus tercermin dalam sikap, tanggung jawab, serta kualitas pelayanan yang diterima masyarakat setiap hari.
“Disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu atau mengikuti apel. Disiplin juga tercermin dari bagaimana kita melayani masyarakat dengan baik, bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab, serta memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional,” tegasnya di hadapan tenaga kesehatan RSUD Kota Kendari.
Ia menegaskan rumah sakit merupakan wajah pelayanan pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, setiap tenaga kesehatan diminta mengedepankan sikap humanis saat melayani pasien.
Secara khusus Amir Hasan mengingatkan para perawat agar selalu menunjukkan keramahan kepada pasien dan keluarganya. Pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari tindakan medis, tetapi juga dari cara petugas berinteraksi dengan masyarakat.
“Perawat harus murah senyum saat melayani masyarakat. Berikan pelayanan terbaik kepada setiap pasien yang datang ke rumah sakit. Jangan sampai masyarakat yang sedang sakit justru merasa tidak nyaman karena sikap petugas. Senyum, keramahan, dan empati adalah bagian dari pelayanan yang tidak boleh diabaikan,” ungkapnya.

Sekda Kota Kendari, Amir Hasan saat melaksanakan sidak di RSUD Kota Kendari, Rabu (22/7/2026). Foto Andri
Dalam kesemptan itu, ia mengatakan masyarakat yang datang ke rumah sakit umumnya berada dalam kondisi cemas dan membutuhkan kepastian. Karena itu, sikap ramah tenaga kesehatan dapat memberikan ketenangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
Selain itu, Amir Hasan memberikan penegasan mengenai prosedur pelayanan. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan tidak menjadikan persoalan administrasi sebagai alasan untuk menunda penanganan pasien.
Menurutnya, keselamatan pasien harus ditempatkan di atas segala urusan administrasi.
“Jangan tanyakan dulu KTP atau BPJS-nya, layani saja terlebih dahulu. Keselamatan pasien adalah yang utama. Setelah pasien mendapatkan penanganan, baru administrasinya diselesaikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan meminta tenaga kesehatan tidak ragu memberikan pelayanan apabila menemukan pasien yang belum memiliki identitas kependudukan maupun kepesertaan BPJS.
“Kalau ada masyarakat yang belum memiliki KTP atau belum terdaftar BPJS, jangan ditolak. Layani dulu. Laporkan kepada saya, nanti pemerintah yang akan membantu menyelesaikan persoalan administrasinya. Jangan sampai ada warga yang tidak mendapatkan pelayanan hanya karena persoalan dokumen,” ujarnya.

Sekda Amir Hasan saat melaksanakan sidak di RSUD Kota Kendari, Rabu (22/7/2026). Foto Andri
Pemerintah daerah berkewajiban memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi. Karena itu, setiap petugas diminta mengedepankan aspek kemanusiaan dibandingkan prosedur administratif.
Selain memeriksa kehadiran pegawai, Amir Hasan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan di RSUD Kota Kendari serta berdialog langsung dengan tenaga kesehatan mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan sidak tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan pegawai, melainkan memastikan budaya kerja disiplin benar-benar diterapkan di seluruh perangkat daerah.
“Sidak ini bukan untuk menakut-nakuti ASN, tetapi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah ingin membangun budaya kerja yang disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.
Kemudian, Amir Hasan mengungkapkan inspeksi serupa akan dilakukan secara bertahap di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kendari. Evaluasi kedisiplinan ASN, kata dia, akan menjadi agenda rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Pemkot Kendari ingin memastikan seluruh OPD memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak boleh ada pelayanan yang lambat, berbelit-belit, apalagi diskriminatif. Masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional,” tandasnya. (adv)


















Komentar