SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Pemkot Kendari Bersama Mendagri Bahas Strategi Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Ekonomi

FB IMG 1732526181188
Pemkot Kendari saat melaksanakan rakor dengan Mendagri Tito Karnavian. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Asisten III, Jahudin, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Senin (25/11/2024). Rakor yang dilaksanakan secara virtual ini membahas strategi pengendalian inflasi dan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tingkat nasional dan daerah.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan diikuti oleh pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Dari ruang Command Center Balai Kota Kendari, Jahudin mewakili Pemkot Kendari memberikan laporan terkait kondisi inflasi di wilayah tersebut serta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa inflasi tahunan (year-on-year) per Oktober 2024 berada pada angka 1,71 persen, yang mencerminkan stabilitas ekonomi nasional. Namun, Tito mengingatkan bahwa potensi tekanan inflasi tetap ada, terutama menjelang akhir tahun dan dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

“Kita tidak boleh lengah. Inflasi yang terkendali saat ini harus terus dijaga, terutama dalam mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok akibat distribusi yang terganggu atau peningkatan permintaan menjelang libur akhir tahun,” kata Tito.

Asisten III Pemkot Kendari, Jahuddin, melaporkan bahwa pemerintah kota telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi. Salah satu fokus utama adalah menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui operasi pasar yang rutin digelar di berbagai wilayah.

“Kami bekerja sama dengan distributor dan pedagang untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar tetap aman. Selain itu, pengawasan distribusi juga kami perketat agar tidak terjadi spekulasi harga yang merugikan masyarakat,” bebernya.

Ia menambahkan, Pemkot Kendari terus memantau harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan telur, yang sering mengalami fluktuasi harga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok ekonomi rentan.

Dalam kesempatan itu, Jahuddin menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun lokal. Pemkot Kendari, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui penguatan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan percepatan respons terhadap potensi lonjakan harga.

“Kami menyadari bahwa inflasi bukan hanya soal angka statistik, tetapi berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami akan terus bekerja keras bersama TPID untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi barang,” katanya.

Pemkot Kendari optimis dapat mengelola tantangan ekonomi di tengah dinamika global. Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kendari diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi lokal serta memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan komitmen yang kuat, strategi yang terukur, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Kendari percaya bahwa tantangan inflasi dan distribusi barang dapat diatasi secara efektif demi kesejahteraan masyarakat,” tandas Jahuddin.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement