KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama Kejaksaan dan Polresta Kendari mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar secara daring di ruang Command Center Balai Kota Kendari, Rabu (5/2/2025). Rapat ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, perwakilan instansi pemerintah, serta aparat penegak hukum dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan perkembangan inflasi nasional serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, terutama di daerah. Menurutnya, inflasi masih menjadi tantangan utama bagi perekonomian nasional, terutama akibat kenaikan harga pangan dan energi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan peran aktif pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang kuat antara Pemda, Kejaksaan, dan Kepolisian sangat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat,” beber Amalia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran BPS dalam menyediakan data yang akurat dan terkini sangat penting dalam perumusan kebijakan pengendalian inflasi. Dengan adanya data yang valid, pemerintah dapat merancang langkah-langkah konkret guna mengatasi kenaikan harga komoditas tertentu yang berpotensi memicu inflasi tinggi.
Di Kendari sendiri, Pemkot bersama Kejaksaan dan Polresta telah mengambil berbagai langkah untuk mengendalikan inflasi, termasuk dengan melakukan operasi pasar, menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, serta menggandeng para distributor untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya meminta pemerintah daerah agar lebih proaktif dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi, termasuk dengan melakukan pemantauan harga secara rutin, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok, serta mengoptimalkan anggaran daerah untuk program stabilisasi harga.
“Pemerintah daerah harus lebih tanggap dalam mengatasi potensi kenaikan harga, terutama di sektor pangan dan energi. Pemantauan distribusi dan ketersediaan stok bahan pokok menjadi kunci dalam memastikan harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat,” tegas Tito.
Ia juga mengingatkan agar setiap daerah tidak hanya fokus pada kebijakan jangka pendek, tetapi juga menyusun strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat sektor produksi dalam negeri. Dengan demikian, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi, sehingga harga-harga tetap stabil.
Penulis: Andri


















Komentar