SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Pantau Amolengo-Torobulu, Andi Sumangerukka: Keselamatan Bukan Tawar-Menawar

Asr 28
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka saat memantau arus mudik di pelabuhan Torobulu Konsel. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka turun langsung meninjau arus mudik di lintasan penyeberangan Amolengo-Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu, 18 Maret 2026.

Didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, ia menegaskan tiga hal yang, menurutnya, tidak boleh dikompromikan dalam layanan mudik yakni keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban.

Di dua simpul utama penyeberangan tersebut, gubernur memeriksa kesiapan layanan secara menyeluruh. Ia mengecek posko kesehatan, ketersediaan petugas, hingga pengaturan operasional kapal yang mengangkut pemudik lintas Teluk Kendari-Muna. Fokus utama, kata dia, adalah memastikan tidak ada pelanggaran kapasitas muatan kapal.

“Keselamatan itu nomor satu. Jangan hanya mengejar aspek ekonomi dengan memaksakan muatan,” kata Gubernur Andi Sumangerukka.

Selain memantau fasilitas, Andi Sumangerukka juga berbincang dengan sejumlah pemudik yang tengah menunggu giliran berangkat. Dari percakapan itu, ia mengaku mendapat gambaran langsung tentang pengalaman di lapangan, termasuk soal waktu tunggu yang masih cukup panjang pada jam-jam tertentu.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, lanjut Andi, telah mengantisipasi lonjakan arus mudik tahun ini yang diperkirakan meningkat sekitar 7 persen dibanding tahun lalu. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyediaan program mudik gratis di lintasan Amolengo dan Torobulu dengan kuota sekitar 10.000 tiket.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah agar masyarakat bisa mudik dengan lebih ringan dan terlayani,” jelasnya.

Meski secara umum arus mudik terpantau lancar, ia tidak menampik adanya keterbatasan armada penyeberangan yang berdampak pada antrean penumpang hingga berjam-jam. Menurutnya, kondisi tersebut akan menjadi catatan penting untuk perbaikan layanan ke depan.

“Untuk saat ini masih terkendali, tetapi antrean akibat keterbatasan armada harus menjadi evaluasi serius. Ke depan, jumlah kapal dan pengaturannya akan kita tambah,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement