SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik

NasDem Sultra Konsolidasi Menuju 2029, Prananda Minta Kader Kuasai Media Sosial

Prananda 1
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai NasDem, Prananda Surya Paloh saat membuka Rakerwil NasDem Sultra di Kendari, Senin (18/5/2026). Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Partai NasDem mulai memanaskan mesin politiknya di Sulawesi Tenggara (Sultra). Lewat Rakerwil dan Sekolah Legislatif yang digelar di Kendari, para elite partai mendorong penguatan kaderisasi hingga strategi komunikasi digital demi menghadapi kontestasi Pemilu 2029.

Sejumlah elite partai hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai NasDem, Prananda Surya Paloh, Wakil Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, hingga Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.

Ketua DPW Partai NasDem Sultra, Ali Mazi menyebut konsolidasi partai tidak cukup hanya dilakukan menjelang pemilu. Penguatan organisasi harus berjalan terus-menerus hingga ke tingkat akar rumput agar partai tetap dekat dengan masyarakat.

“Rakerwil ini adalah momentum menyatukan visi dan langkah perjuangan agar NasDem semakin siap menghadapi agenda politik ke depan,” jelasnya.

NasDem ingin tampil sebagai partai yang tidak hanya aktif saat musim politik tiba, tetapi hadir dalam berbagai persoalan sosial masyarakat. Karena itu, penguatan struktur hingga tingkat bawah menjadi fokus utama partai di Sultra.

“Mesin partai harus solid dan mampu menjangkau aspirasi masyarakat lebih luas,” tegasnya.

Sementara itu, Andi Sumangerukka menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkuat kualitas kaderisasi partai dan meningkatkan kapasitas legislator daerah. Partai politik tetap memiliki posisi strategis dalam menjaga demokrasi sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Partai politik dibangun atas kesadaran pentingnya pembangunan nasional demi mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan politik yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, stabilitas dan kualitas kader partai dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan.

Di tempat yang sama, Prananda Surya Paloh menekankan pentingnya meritokrasi dan regenerasi kader di tubuh partai. Kekuatan partai modern tidak lagi hanya ditentukan oleh figur elite, tetapi juga kemampuan organisasi menempatkan kader berdasarkan kapasitas dan kompetensi.

“NasDem adalah partai yang terbuka untuk semua golongan dan menjunjung semangat egaliter,” paparnya.

Prananda menilai tantangan politik ke depan semakin dipengaruhi perkembangan ruang digital. Karena itu, ia meminta kader NasDem tidak gagap menghadapi perubahan pola komunikasi publik, terutama di media sosial.

Ia mendorong kader mulai aktif membangun narasi politik yang kreatif, edukatif, dan tidak monoton.

“Saya mengajak seluruh kader untuk mulai aktif menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi politik yang kreatif dan out of the box,” bebernya.

Menurut Prananda, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia harus dibaca sebagai peluang politik baru, terutama untuk menjangkau pemilih muda yang kini lebih banyak mengonsumsi informasi melalui platform digital.

Namun di saat bersamaan, ia mengingatkan kader agar tidak terjebak dalam arus disinformasi yang kian mudah menyebar di media sosial. Ia meminta kader berhati-hati sebelum membagikan informasi ke ruang publik.

“Kalau belum memahami substansinya dan belum mengecek kebenarannya, lebih baik tidak ikut menyebarkan,” katanya.

Dengan demikia, Prananda menegaskan kemenangan politik tidak hanya ditentukan kekuatan mesin partai, tetapi juga integritas kader di tengah masyarakat. Seluruh kader diminta menjaga loyalitas dan semangat kolektif menghadapi kontestasi 2029.

“Dengan integritas, dedikasi, dan loyalitas, saya yakin NasDem mampu menghadapi tantangan dan meraih kemenangan pada 2029,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement