KONAWE UTARA, TERASSULTRA.COM – Bupati Konawe Utara, Ruksamin meninjau langsung progres pembangunan Bundaran Central Budaya Daerah (CBD) Konasara di Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Andowia, Senin (2/12/2024). Proyek yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah ini ditargetkan selesai dan dapat digunakan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Utara pada 2 Januari 2025 mendatang.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin saat meninjau pembangunan proyek CBD. Foto Andri
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ruksamin didampingi Kepala Dinas PUPR Konawe Utara, Ujung Lasandara yang diwakili oleh Kepala Bidang Cipta Karya, Rahmat Djuhira serta Kepala Bagian Promosi Setda Konawe Utara, Sutriawan. Tinjauan lapangan ini bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari segi waktu maupun kualitas pekerjaan.
“Saat ini, kita berada di lokasi Bundaran CBD Konasara yang tengah dibangun. InsyaAllah, lokasi ini akan siap digunakan untuk perayaan HUT Konawe Utara. Kami berupaya memastikan semuanya sesuai target,” ungkap Ruksamin saat memberikan keterangan kepada awak media.
Bundaran CBD Konasara dirancang tidak hanya sebagai landmark baru Kabupaten Konawe Utara, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat. Salah satu fasilitas yang akan menjadi daya tarik utama adalah gedung Amphi Theater, yang multifungsi dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari kegiatan seni budaya, acara resmi pemerintah, hingga mendukung usaha kecil menengah (UMKM).
“Gedung ini kami persiapkan sebagai ruang terbuka publik. Selain sebagai tempat pertunjukan, juga dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk memasarkan produk mereka. Dengan begitu, kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus kebudayaan masyarakat,” jelas Ruksamin.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin saat melihat progres pembangunan proyek CBD. Foto Andri
Lebih lanjut, Ruksamin menyampaikan bahwa pembangunan ini dirancang dengan mengedepankan nilai estetika dan budaya lokal. Konsep Central Budaya Daerah mencerminkan identitas Konawe Utara sebagai wilayah yang kaya akan tradisi dan potensi budaya.
“Lokasi ini akan menjadi ikon baru Konawe Utara, sekaligus tempat masyarakat berkumpul dan mengadakan berbagai kegiatan produktif,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ruksamin menegaskan bahwa tim pelaksana proyek bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan sesuai tenggat waktu. Dengan perayaan HUT Konawe Utara yang tinggal sebulan lagi, semua pihak diminta untuk memberikan perhatian penuh agar fasilitas ini bisa digunakan pada acara puncak peringatan.
“Kami pastikan pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Lokasi ini juga akan menjadi tempat digelarnya berbagai event di masa mendatang, baik berskala lokal, nasional, maupun internasional,” kata Ruksamin

Bupati Ruksamin saat meninggalkan pembangunan proyek CBD usai dilaksanakan peninjauan. Foto Andri
Ia juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya setelah selesai.
“Semoga Bundaran CBD Konasara ini dapat menjadi kebanggaan bersama dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Konawe Utara,” paparnya.
Pembangunan Bundaran CBD Konasara tidak hanya dimaksudkan untuk mempercantik kawasan kota, tetapi juga untuk menggerakkan perekonomian lokal. Dengan tersedianya fasilitas untuk UMKM, pemerintah daerah berharap dapat mendorong pelaku usaha kecil menengah memanfaatkan lokasi tersebut untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR, Rahmat Djuhira, menambahkan bahwa desain kawasan ini mencakup ruang terbuka hijau, area parkir yang memadai, dan infrastruktur pendukung lainnya. Semua fasilitas dirancang agar ramah lingkungan dan dapat mendukung kegiatan masyarakat.
“Proyek ini mengintegrasikan elemen modern dengan kearifan lokal. Selain itu, kami memastikan bahwa fasilitas yang dibangun memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat,” jelas Rahmat.

Bupati Ruksamin bersama Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR, Rahmat Djuhira saat meninjau progres pembangunan proyek CBD. Foto Andri
Peninjauan pembangunan ini juga menjadi kesempatan bagi Bupati Ruksamin untuk mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Ia menekankan bahwa Bundaran CBD Konasara adalah milik bersama yang harus dijaga kelestariannya.
“Kami berharap masyarakat dapat menggunakan fasilitas ini dengan bijak dan menjadikannya ruang produktif untuk kegiatan yang bermanfaat. Bundaran CBD Konasara bukan hanya proyek pemerintah, tetapi juga investasi bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Dengan target penyelesaian menjelang HUT Konawe Utara, Bundaran CBD Konasara diharapkan menjadi simbol baru kemajuan daerah sekaligus pusat aktivitas yang memperkuat konektivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Proyek ini menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam memberikan fasilitas terbaik untuk rakyatnya,” bebernya.
“Ketika selesai, Bundaran CBD Konasara tidak hanya akan menjadi kebanggaan masyarakat Konawe Utara tetapi juga menjadi destinasi menarik yang menunjukkan sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya lokal,” tandasnya. (adv)


















Komentar