KENDARI, TERASSULTRA.COM – Langkah Wali Kota Kendari Siska Karina Imran terlihat menyusuri lorong asrama Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari, Sabtu, 30 Mei 2026.
Di sampingnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berbincang langsung dengan para siswa yang kini menjalani pendidikan berasrama secara gratis.
Kunjungan pejabat pusat ke sekolah tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Kendari dalam memperlihatkan komitmennya mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sejak rombongan tiba, suasana sekolah tampak hidup. Para siswa menyambut dengan penuh antusias, sementara sejumlah orang tua tampak haru ketika menceritakan perubahan yang dialami anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di SRMP 25 Kendari.
Menko Polkam Djamari Chaniago mengatakan, pemerintah ingin memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, ia memilih berdialog langsung dengan siswa dan keluarga mereka.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago didampingi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari, Sabtu, 30 Mei 2026. Foto Andri
“Kami ingin melihat langsung bagaimana perkembangan anak-anak di sini. Ternyata banyak perubahan positif yang dirasakan orang tua, terutama soal kedisiplinan, pendidikan agama, dan kepercayaan diri anak,” ungkapnya.
Menurut dia, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga membangun karakter dan masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Anak-anak ini harus berani bermimpi besar. Tadi ada yang ingin menjadi dokter, ada juga yang bercita-cita pergi ke luar angkasa. Itu menunjukkan mereka mulai percaya diri menatap masa depan,” katanya.
Di sela kunjungan, perhatian rombongan tertuju pada Fatimah, salah seorang siswi yang mengaku hampir kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya.
“Karena mama saya tidak mampu menyekolahkan saya di tempat lain. Tapi di sini saya bisa sekolah dengan fasilitas yang lengkap. Saya ingin jadi dokter supaya bisa membanggakan orang tua,” ungkap Fatimah.
Cerita serupa juga disampaikan Andi Azril, orang tua siswa yang menilai program Sekolah Rakyat membawa perubahan besar terhadap perilaku anaknya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago bersama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran kiri saat pose bersama usai meninjau SRMP 25 Kendari, Sabtu, 30 Mei 2026. Foto Andri
“Kalau sekolah biasa biayanya besar. Di sini sangat membantu kami. Anak saya sekarang lebih disiplin dan lebih rajin belajar karena ada pembinaan dari guru dan wali asrama,” bebernya.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran tampak aktif mendampingi rombongan meninjau ruang belajar, asrama siswa, hingga fasilitas olahraga sekolah.
Siska mengatakan Pemerintah Kota Kendari memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurut dia, Pemkot Kendari bahkan telah menyiapkan lahan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang nantinya akan menampung siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Kami ingin program ini terus berkembang di Kendari. Pemerintah kota siap mendukung agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” paparnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago didampingi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat meninjau SRMP 25 Kendari, Sabtu, 30 Mei 2026. Foto Andri
Ia menilai pendidikan menjadi salah satu kunci utama memutus rantai kemiskinan. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat dinilai memberi harapan baru bagi keluarga yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas.
“Kami melihat sendiri perubahan anak-anak ini. Mereka lebih disiplin, lebih percaya diri, dan mulai memiliki cita-cita besar. Ini yang menjadi semangat kami untuk terus mendukung program tersebut,” katanya.
Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinand Boonde, mengatakan perkembangan siswa selama hampir satu tahun terakhir menunjukkan hasil positif. Dari 49 siswa yang saat ini terdaftar, beberapa sebelumnya mengalami kesulitan membaca dan berhitung.
“Dengan pendampingan intensif, kemampuan akademik mereka terus meningkat. Bahkan beberapa siswa sudah meraih prestasi di bidang olahraga seperti silat dan taekwondo,” urainya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan berupa kulkas, dispenser, dan perlengkapan olahraga dari Menko Polkam kepada pihak sekolah.
Sementara Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyerahkan bantuan beasiswa kepada para siswa. (adv)


















Komentar