KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kota Kendari kembali mencatatkan sejarah dengan mendapatkan kuota terbesar jemaah haji di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk musim haji 1446 H/2025. Sebanyak 580 calon jamaah haji akan diberangkatkan dari Kota Kendari, menjadikannya daerah dengan jumlah jemaah terbanyak dibandingkan kabupaten kota lainnya di wilayah ini.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Parinringi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberangkatan dan kelancaran ibadah jamaah haji.
“Alhamdulillah, Kota Kendari tahun ini mendapat kuota terbesar jamaah haji se-Sulawesi Tenggara, yakni sebanyak 580 jemaah. Ini adalah amanah yang harus kami kawal dengan baik,” ungkap Parinringi, Selasa (7/1/2025).
Parinringi menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal persiapan keberangkatan jamaah haji. Pemerintah Kota Kendari, melalui Dinas Kesehatan, telah memastikan seluruh calon jamaah menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi fisik mereka optimal sebelum menjalani perjalanan panjang ke Tanah Suci.
“Pemeriksaan kesehatan ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin memastikan para jamaah dalam kondisi prima, karena ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat dan persiapan yang matang,” tambahnya.
Sebagai kota dengan jumlah jamaah haji terbanyak, Pemerintah Kota Kendari terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik. Parinringi berharap, melalui langkah-langkah persiapan yang matang, seluruh calon jemaah haji asal Kota Kendari dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan penuh keberkahan.
“Kami berkomitmen untuk mendukung para jamaah agar mereka bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman. Keberangkatan ini bukan hanya soal kuantitas, tetapi bagaimana kita menjaga kualitas pelayanan,” tutup Parinringi.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan mencakup berbagai tes medis, seperti cek darah, pemeriksaan jantung, kadar gula darah, serta pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
“Kami melaksanakan pemeriksaan ini secara bertahap di beberapa fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk, termasuk rumah sakit umum dan puskesmas. Dengan sistem ini, kami menghindari penumpukan dan memastikan pelayanan berjalan lancar,” katanya.
Menurutnya, jika ada jamaah yang ditemukan memiliki masalah kesehatan serius, pemerintah daerah akan memberikan rekomendasi untuk pengobatan lebih lanjut atau bahkan penundaan keberangkatan demi keselamatan.
Selain pemeriksaan fisik, pemerintah daerah juga memberikan edukasi kesehatan kepada calon jamaah. Materi edukasi mencakup pola makan sehat, pentingnya istirahat yang cukup, hingga cara mengatasi kondisi medis ringan yang mungkin muncul selama perjalanan atau di Tanah Suci.
“Kami ingin para jamaah haji tidak hanya sehat saat berangkat, tetapi juga mampu menjaga kesehatan mereka selama menjalankan ibadah haji,” tandas Hasria.
Penulis: Arsya


















Komentar