SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pemerintahan Pendidikan

Klarifikasi Isu PDDIKTI, STIMIK Bina Bangsa Kendari: Data Mahasiswa Sedang Dalam Proses Sinkronisasi

Klarifikasi Isu PDDIKTI
Ketua STIMIK Bina Bangsa Kendari, Faisal Aris kanan bersama Ketua Program Studi Sistem Komputer STIMIK Bina Bangsa Kendari, La Ode Bakrim saat mengklarifikasi isu terkait PDDIKTI. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menanggapi beredarnya isu mengenai dugaan tidak terdaftarnya sejumlah mahasiswa di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), pihak STIMIK Bina Bangsa Kendari akhirnya angkat bicara.

Pimpinan kampus memastikan bahwa proses verifikasi dan sinkronisasi data sedang berlangsung secara bertahap dan terbuka, serta menegaskan bahwa kampus tetap legal dan terakreditasi.

Ketua STIMIK Bina Bangsa Kendari, Faisal Aris mengakui adanya keresahan yang muncul di kalangan mahasiswa dan alumni terkait status data akademik. Ia menegaskan bahwa pihak yayasan tidak pernah berniat mengabaikan hak-hak mahasiswa.

Menurutnya, permasalahan ini lebih disebabkan oleh kendala teknis dan administratif di masa lalu, terutama saat sistem PDDIKTI belum seefisien saat ini.

“Kami akui, pada masa lalu kampus ini sempat mengalami sanksi administratif. Namun semua permasalahan telah kami tindak lanjuti, dan saat ini kami terus berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) untuk memperbaiki serta menelusuri data yang belum tersinkronisasi secara penuh,” ungkapnya, Kamis (8/5/2025).

Ia menambahkan bahwa penyelesaian persoalan ini membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara instan.

“Ini bukan hal yang bisa diselesaikan secepat membalik telapak tangan, tapi juga bukan hal yang mustahil. Kami mohon semua pihak bersabar dan menghargai proses ini. Kami pastikan seluruh data akan kami selesaikan dan hak mahasiswa tetap kami jamin,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Faisal juga membantah isu yang menyebutkan bahwa STIMIK Bina Bangsa tidak memiliki legalitas yang sah sebagai lembaga pendidikan tinggi.

“Kalau kampus ini tidak legal, tentu sudah lama ditutup. Faktanya, proses akademik tetap berjalan normal dan kampus ini justru terus berkembang, baik dalam aspek pendidikan, penelitian, maupun pemberdayaan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa STIMIK Bina Bangsa Kendari telah memiliki akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Tidak mungkin sebuah perguruan tinggi mendapat akreditasi ‘B’ jika terdapat pelanggaran berat atau tidak memenuhi standar pendidikan nasional,” paparnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam penyelesaian masalah ini, pihak kampus telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain,

– Pembentukan Tim Validasi Data Akademik untuk mengumpulkan dan mencocokkan ulang dokumen mahasiswa.

– Koordinasi intensif dengan LLDIKTI Wilayah IX untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan data yang diajukan.

– Pembukaan layanan konsultasi akademik individual, sebagai ruang komunikasi langsung antara mahasiswa dengan pihak kampus.

– Pemberian keringanan administrasi kepada mahasiswa yang terdampak akibat keterlambatan sinkronisasi data.

“Intinya, tidak ada mahasiswa yang kami abaikan. Kami bertanggung jawab secara penuh atas hak-hak akademik mereka, dan kami pastikan seluruh proses ini berjalan transparan dan profesional,” tutup Faisal

Sementara itu, Ketua Program Studi Sistem Komputer STIMIK Bina Bangsa Kendari, La Ode Bakrim menambahkan bahwa sebagian besar data mahasiswa yang belum masuk di PDDIKTI berasal dari angkatan lama, saat proses input data masih dilakukan manual dan belum terintegrasi.

“Kami sudah membentuk tim validasi internal yang bekerja mengaudit kembali seluruh dokumen akademik, menyusun ulang data, dan menyiapkannya untuk diajukan ke PDDIKTI secara resmi,” jelasnya.

Ia juga mengimbau agar mahasiswa tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, dan tetap menjalani perkuliahan seperti biasa.

“Kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal. Kami membuka layanan konsultasi dan siap membantu mahasiswa terdampak. Jangan terprovokasi isu, karena kami sangat terbuka dan terus bekerja menyelesaikan persoalan ini,” tandas La Ode Bakrim.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement