SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lingkungan

Kisah Aipda La Onta Rahafa: Polisi yang Menjadi Guru Ngaji di Konsel

IMG 20241214 WA0011
Aipda La Onta Rahafa saat berpose dengan santrinya. Foto ist

KONAWE SELATAN, TERASSULTRA.COM – Di tengah rutinitas menjaga keamanan sebagai personel Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Aipda La Onta Rahafa memilih jalan pengabdian yang tak biasa. Tak hanya bertugas di siang hari untuk memastikan ketertiban masyarakat, ia juga mendedikasikan malamnya untuk mengabdi kepada langit, dengan mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak di desanya.

Dengan penuh ketulusan, Aipda La Onta Rahafa mendirikan Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ) Al-Hidayah di Dusun Desa Laikaaha, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Lembaga ini kini menjadi tempat belajar bagi 82 anak santri, yang sebelumnya mencapai lebih dari 100 orang. Di LPQ Al-Hidayah, para santri tak hanya belajar membaca huruf hijaiyah menggunakan metode Iqro, tetapi juga mendalami hafalan ayat-ayat suci Alquran, menulis huruf Arab, dan menjalani pembinaan keagamaan lainnya.

“Saya ingin bermanfaat untuk masyarakat dan menyiapkan bekal akhirat,” ujar Aipda La Onta Rahafa saat diwawancarai pada Sabtu (14/12/2024).

“Mengajarkan ilmu agama dengan niat ikhlas karena Allah adalah bagian dari amal jariyah. Pahalanya insya Allah terus mengalir. Selain itu, saya ingin menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya kepada institusi, tetapi juga untuk masyarakat sekitar,” tambahanya.

Tak berhenti di situ, LPQ Al-Hidayah juga aktif menggelar kegiatan rutin keagamaan lainnya, seperti majelis ta’lim sholawatan, pembacaan surat Yasin setiap Jumat, dan program sosial Jumat Berkah, yang membagikan sedekah makanan kepada masyarakat sekitar.

“Kegiatan-kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter santri, membangun generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli sesama,” kata Aipda La Onta Rahafa.

Apa yang dilakukan Aipda La Onta Rahafa adalah cerminan nyata dari sisi humanis seorang anggota Polri. Ia menunjukkan bahwa profesi polisi tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga bisa menjadi pilar perubahan sosial yang positif.

“Muda-mudahan apa yang saya lakukan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat setempat, bahkan hingga luar daerah,” tandasnya.

Dedikasi ini patut menjadi teladan bagi siapa saja, tak hanya dalam pengabdian kepada sesama, tetapi juga dalam menguatkan nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan modern yang sering kali melupakan spiritualitas. Sosok Aipda La Onta Rahafa adalah bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan seiring dengan ibadah kepada Tuhan.

Rilis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement