SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemerintahan

Kick Off Ekspedisi Rupiah Berdaulat Dimulai, Sekda Asrun Lio: Ini Perjalanan Nilai, Bukan Sekadar Edaran Uang

FB IMG 1746932163760
Pemprov Sultra bersama Bank BI dan TNI Angkatan Laut secara resmi memulai pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2025 di Bumi Anoa. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut secara resmi memulai pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2025 di Bumi Anoa.

Kick off kegiatan ini dilaksanakan di Dermaga Pelabuhan Lanal Kendari, Jumat (25/4/2025), yang secara simbolis dilepas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asrun Lio mewakili Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Kegiatan ini menandai dimulainya pelayaran layanan kas keliling ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil) yang berada di kawasan Kepulauan Wakatobi, dengan membawa misi negara, menghadirkan uang Rupiah yang layak edar sekaligus menanamkan rasa cinta, bangga, dan paham terhadap mata uang nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra melalui Sekda Asrun Lio menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam pelaksanaan ERB, yang tahun ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI AL. Ekspedisi ini bukan hanya perjalanan distribusi uang, melainkan juga perjalanan nilai, meneguhkan kembali makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ucap Sekda Asrun Lio.

FB IMG 1746932157345

Pose bersama usai dilaksanakan Kick Off Ekspedisi Rupiah Berdaulat. Foto Andri

Ia menambahkan, pelaksanaan ekspedisi ini menunjukkan komitmen negara dalam memastikan setiap jengkal wilayah Nusantara, tak terkecuali wilayah kepulauan terpencil seperti Wakatobi, tetap berada dalam jangkauan pelayanan keuangan negara.

“Rupiah bukan hanya alat tukar, tetapi bagian dari jati diri bangsa. Menjaganya tetap beredar dalam kondisi baik adalah bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan ekonomi nasional,” lanjut Asrun Lio.

Provinsi Sultra, kata Sekda Asrun Lio, memiliki karakteristik geografis yang kompleks, dengan luas daratan mencapai 38.140 km² dan luas wilayah perairan sekitar 110.000 km². Wilayah 3T di provinsi ini, seperti Wakatobi, terdiri dari gugusan pulau yang tidak mudah dijangkau dan memiliki tantangan tersendiri dalam aspek konektivitas maupun logistik.

“Wakatobi terdiri dari lima pulau utama, yakni Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma. Wilayah ini akan menjadi tujuan utama dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun ini. Kondisi laut yang kadang ekstrem serta akses transportasi yang terbatas adalah tantangan, tetapi tidak boleh menjadi penghalang dalam menjalankan mandat negara,” katanya.

Tak hanya mendistribusikan uang layak edar, ERB 2025 juga membawa misi edukasi publik. Edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah menjadi bagian penting dari agenda ekspedisi yang menyasar masyarakat pesisir dan kepulauan.

Sekda Asrun Lio menegaskan bahwa edukasi ini penting agar masyarakat tak hanya menerima Rupiah secara fisik, tetapi juga memahami nilai dan pentingnya menjaga kelayakannya.

“Dengan memahami makna Rupiah, masyarakat akan lebih bijak dalam menggunakannya, dan bersama-sama menjaga kualitasnya sebagai lambang kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional,” tegasnya.

FB IMG 1746932180631

Mewakil Gubernur, Sekda Sultra, Asrun Lio saat menghadiri Kick Off Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Dermaga Pelabuhan Lanal Kendari. Foto Andri

Dalam rangka mendukung kegiatan ini, Pemprov Sultra dan Bank Indonesia juga menggagas sejumlah program riil untuk memperkuat eksistensi Rupiah dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Salah satunya adalah peningkatan akseptasi transaksi digital di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi, serta pengolahan komoditas unggulan seperti rumput laut, yang menjadi andalan ekonomi daerah.

“Melalui kolaborasi seperti ini, kita tidak hanya mengedarkan uang, tetapi juga menggerakkan potensi ekonomi masyarakat lokal,” tutur Asrun Lio.

Ia berharap, sinergi antara BI, TNI AL, dan pemerintah daerah dapat terus berlanjut dan meningkat, bukan hanya dalam konteks distribusi uang, tetapi juga dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya titipkan pesan kepada seluruh tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sultra 2025, jalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Ini bukan sekadar pelayaran logistik, tetapi pelayaran nasionalisme. Kalian menunaikan tugas bela negara tanpa senjata, dengan menyebarkan semangat cinta dan bangga terhadap Rupiah,” tegasnya.

Dengan demikian, Sekda Asrun Lio menutup sambutan dengan pesan motivas, terus bergerak untuk Sulawesi Tenggara yang maju, modern, dan sejahtera.

Kick off ERB 2025 ini turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif Pengedaran Uang Rupiah Bank Indonesia, Anwar Bashori, serta perwakilan dari TNI AL, yakni Paban II Ops Sopsal Kolonel Laut (P) Andri Kristanto.

Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, seperti Ketua DPRD, Danrem Haluoleo, Kapolda Sultra, Danlanal Kendari, Danlanud Haluoleo, Kepala OJK Sultra, Kepala Perwakilan BI Sultra, serta para pimpinan perbankan dan pejabat SKPD lingkup Pemprov Sultra. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement