SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Ketua DPRD La Ode Tariala: Pers Berperan Penting dalam Membangun Demokrasi dan Kemajuan Daerah

IMG 20241108 WA0075
Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala saat memberikan keterangan. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang diperingati setiap tanggal 9 Februari menjadi momentum penting bagi insan pers di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, La Ode Tariala menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga demokrasi, serta mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang akurat dan berimbang.

Dalam pernyataannya, La Ode Tariala mengapresiasi kerja keras jurnalis yang terus berkomitmen menyajikan berita berkualitas di tengah berbagai tantangan zaman. Menurutnya, keberadaan pers yang profesional sangat berpengaruh terhadap transparansi pemerintahan dan pembangunan di Sultra.

“Pers adalah pilar keempat demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat. Kami di DPRD Sultra sangat menghargai kontribusi insan pers dalam mengawal kebijakan dan menyampaikan aspirasi rakyat,” beber Tariala saat ditemui di Rujab DPRD, Minggu (9/2/2025).

Ia menambahkan bahwa pers yang independen dan bertanggung jawab akan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan kebijakan serta program pembangunan daerah.

“Pers bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Kami di DPRD Sultra terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun demi kemajuan daerah ini,” tambahnya.

Pers dan Tantangan Digitalisasi

La Ode Tariala juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh industri media di era digital saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut media untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan terpercaya di tengah gempuran informasi yang beredar di berbagai platform digital.

“Kita menghadapi era di mana informasi menyebar begitu cepat, tetapi tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Oleh karena itu, peran jurnalis sangat penting dalam menyajikan berita yang berdasarkan fakta dan mengedukasi masyarakat,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar insan pers terus memegang teguh prinsip kode etik jurnalistik, menjaga integritas, serta melawan penyebaran berita hoaks yang dapat memecah belah masyarakat.

“Kami berharap media tetap menjadi pilar demokrasi yang kuat, menjaga independensi, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu yang bisa menggerus kepercayaan publik,” tambah Tariala.

DPRD Sultra Siap Bersinergi dengan Insan Pers

Dalam rangka mendukung keberlangsungan jurnalisme yang sehat dan berkualitas di Sultra, DPRD berkomitmen untuk terus bersinergi dengan insan pers. Tariala menyatakan bahwa pihaknya siap membuka ruang diskusi dan kerja sama dengan media untuk menyampaikan program kerja legislatif secara transparan kepada masyarakat.

“DPRD Sultra siap menjalin hubungan baik dengan insan pers karena kami menyadari bahwa komunikasi yang baik antara legislatif dan media sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada publik secara jelas dan akurat,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga mengusulkan adanya pelatihan dan workshop bagi jurnalis lokal agar mereka dapat terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pemberitaan. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut wartawan untuk terus belajar, terutama dalam menghadapi tren media digital dan multimedia.

“Kami akan mendorong adanya pelatihan jurnalistik bagi rekan-rekan media di Sultra agar mereka semakin kompeten dalam menyampaikan informasi yang berkualitas dan sesuai dengan standar jurnalistik yang berlaku,” ujarnya.

Pers sebagai Pengawal Demokrasi

Selain mendukung pembangunan daerah, Tariala juga menekankan pentingnya peran pers dalam mengawal demokrasi, terutama dalam mengawasi kebijakan publik dan kinerja pemerintah.

“Pers memiliki peran sebagai kontrol sosial yang harus dijaga. Kami di DPRD Sultra terbuka terhadap kritik yang konstruktif karena hal itu menjadi bagian dari evaluasi bagi kami dalam bekerja lebih baik ke depannya,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa media harus tetap netral dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu, terutama menjelang agenda politik besar seperti pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif.

“Kita ingin pers tetap berada di jalur independensi dan tidak menjadi alat propaganda. Insan pers harus mampu menyajikan informasi yang berimbang agar masyarakat bisa mendapatkan perspektif yang objektif dalam menentukan pilihan politiknya,” imbuhnya.

Harapan untuk Pers di Sultra

Dengan demikian, La Ode Tariala menyampaikan harapan agar insan pers di Sultra semakin maju dan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Saya berharap pers di Sulawesi Tenggara terus berkembang, semakin profesional, dan tetap menjadi mitra yang kritis namun konstruktif bagi pemerintah dan DPRD. Mari kita bersama-sama membangun daerah ini dengan informasi yang mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat,” tandasnya.

Hari Pers Nasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum bagi insan pers untuk semakin memperkuat perannya sebagai agen perubahan dan mitra pembangunan.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement