KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah bertema “Bersama Melawan Korupsi untuk Indonesia Maju”. Inisiatif ini bertujuan mengajak generasi muda berperan aktif dalam pemberantasan korupsi serta mendukung terciptanya bumi anoa yang bersih dari praktik korupsi.
Subtema lomba, “Anugerah Sumber Daya Alam di Sektor Pertambangan untuk Mendukung Pembangunan Sultra yang Bersih dari Korupsi,” mengundang peserta untuk menyampaikan gagasan inovatif mengenai pengelolaan sumber daya alam secara transparan dan berintegritas. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan bebas korupsi.
Lomba ini terbuka bagi mahasiswa aktif dan pelajar SMA sederajat di Sultra. Peserta diwajibkan menyertakan kartu identitas pelajar atau mahasiswa yang masih berlaku. Karya tulis yang diajukan harus orisinil, belum pernah dipublikasikan, dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
Total hadiah sebesar Rp 5.000.000 disiapkan untuk tiga pemenang terbaik:
Juara I: Rp 2.500.000
Juara II: Rp 1.500.000
Juara III: Rp 1.000.000
Pendaftaran dibuka pada 4-7 Desember 2024, sementara penilaian akan dilakukan pada 8 Desember, dan pemenang diumumkan pada 9 Desember. Karya tulis dapat dikirimkan melalui email ke humaskjtsultra@gmail.com atau WhatsApp di nomor 081214087555 atas nama Ervan.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sultra, Dody menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya integritas dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan dari berbagai lini, termasuk melalui gagasan inspiratif dalam karya tulis. Kami ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk berpikir kritis dan menciptakan solusi nyata dalam melawan korupsi, terutama di sektor pertambangan,” bebernya, Kamis (5/12/2024).
Ia juga menegaskan bahwa peran generasi muda sangat strategis dalam menciptakan daerah yang lebih bersih dan transparan. Dengan sumber daya alam yang melimpah, Sultra memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan yang berintegritas.
Melalui lomba ini, Kejati Sultra berharap mampu mendorong perubahan pola pikir generasi muda terhadap bahaya korupsi sekaligus menciptakan dampak positif bagi pembangunan daerah.
“Mari bersama kita wujudkan Indonesia yang lebih maju dengan memulai dari Sulawesi Tenggara yang bersih dari korupsi,” tandas Dody.
Penulis: Andri


















Komentar