SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Pemerintahan Pemkot Kendari

Kebaya dan Kepemimpinan, Siska Karina Imran Gaungkan Perjuangan Kartini

FB IMG 1745207526972
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memimpin upacara peringatan Hari Kartini. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Suasana halaman Balai Kota Kendari tampak berbeda pada Senin, 21 April 2025. Langit cerah menaungi ratusan peserta apel yang mayoritas mengenakan kebaya warna-warni, dalam rangka memperingati Hari Kartini. Namun, satu sosok mencuri perhatian, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, tampil anggun dengan kebaya pastel dan penuh wibawa saat memimpin apel yang sarat makna tersebut.

Apel peringatan Hari Kartini tahun ini tak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum reflektif untuk menakar sejauh mana semangat Kartini hidup dalam ruang-ruang publik, khususnya di Kota Kendari.

Yang menarik, seluruh petugas apel, dari pemimpin barisan hingga pembaca doa, adalah perempuan. Simbol bahwa ruang strategis bukan lagi dominasi satu gender. Perempuan kini hadir, memimpin, dan memberi warna.

Membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Fauziyah, Wali Kota Siska menyampaikan pesan yang membakar semangat tentang keberlanjutan perjuangan Kartini.

“Kartini adalah simbol keberanian untuk berpikir melampaui zamannya. Ia membayangkan Indonesia yang lebih adil, di mana perempuan bebas bermimpi, menempuh pendidikan, dan menentukan nasibnya sendiri,” ujar Walikota Siska Karina Imran dalam pidatonya yang mengundang tepuk tangan meriah.

Lebih dari satu abad sejak surat-surat Kartini menyentuh hati banyak orang, perjuangan perempuan Indonesia belum selesai. Kesenjangan pendidikan, ketimpangan ekonomi, diskriminasi gender, hingga minimnya akses hukum masih menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Namun, Siska percaya bahwa semangat Kartini telah menjelma dalam berbagai bentuk: pada pelajar perempuan yang bersaing di bidang sains dan teknologi, pada buruh perempuan yang bekerja dengan penuh dedikasi, pada ibu rumah tangga yang membangun karakter generasi bangsa, dan tentu, pada pemimpin perempuan di berbagai lini, termasuk dirinya.

“Tak ada kata terlalu muda atau terlalu tua untuk menyalakan semangat Kartini. Tak ada peran yang terlalu kecil untuk menciptakan perubahan,” tegasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kendari ini juga menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen memperluas ruang bagi keterlibatan perempuan, termasuk melalui program pelatihan kewirausahaan, penguatan perlindungan anak dan perempuan, serta perluasan akses terhadap pendidikan dan kesehatan.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement