KOLAKA, TERASSULTRA.COM – Musibah kebakaran besar melanda pemukiman padat penduduk di Jalan Sunu, Kelurahan Dawidawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu dini hari (6/7/2025).
Sedikitnya 13 rumah warga dilaporkan terbakar, dengan 11 unit rumah hangus total, sementara dua lainnya mengalami kerusakan parah di bagian dapur dan jendela.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga, dan dengan cepat menjalar ke rumah-rumah sekitar yang berdempetan. Mayoritas rumah terbuat dari bahan semi permanen dan rumah panggung, yang membuat api kian cepat membesar.
Wakapolres Kolaka, Kompol Mochammad Salman, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WITA dan berlangsung selama lebih dari dua jam sebelum berhasil dipadamkan secara total.
“Benar, telah terjadi peristiwa kebakaran di Jalan Sunu, Kelurahan Dawidawi. Tiga belas rumah terdampak, sebelas di antaranya ludes terbakar. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” bebernya pada Minggu, (6/7/2024).
Pemadaman akhirnya dapat dilakukan setelah bantuan datang dari berbagai pihak. Tercatat dua unit mobil pemadam kebakaran milik PT Antam Pomalaa, empat unit dari Pemerintah Kabupaten Kolaka, dan tiga unit tambahan dari PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) diterjunkan ke lokasi.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WITA. Kami mengapresiasi respons cepat tim pemadam dari berbagai unsur. Situasi berhasil dikendalikan, namun dampak kerusakan sangat besar,” jelas Kompol Salman.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa sumber api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. Guna memastikan penyebab pasti kebakaran, Tim Identifikasi dan Forensik (INAFIS) Polres Kolaka langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari tim INAFIS. Namun sementara, dugaan awal kuat mengarah ke korsleting,” tegas Salman.
Menurut Rizal (16), salah satu penghuni rumah yang selamat dari insiden tersebut, api pertama kali tercium sekitar pukul 03.30 WITA. Saat itu, Rizal sedang bermain ponsel di dalam kamarnya ketika tiba-tiba mencium bau kabel terbakar.
“Saya cium bau gosong seperti kabel meleleh. Saat keluar kamar, sudah banyak asap masuk ke dalam rumah. Saya langsung bangunkan orang tua, dan kami keluar rumah secepatnya. Ternyata api berasal dari rumah Ibu Basma,” ungkapnya.
Melihat kobaran api yang kian membesar, warga sekitar pun berupaya melakukan pemadaman awal secara manual menggunakan ember dan air seadanya. Namun, usaha tersebut tak cukup menghentikan laju si jago merah yang sudah membesar dan menjalar cepat melalui atap dan dinding kayu rumah warga.
“Kami langsung berteriak minta tolong. Banyak warga datang bantu, tapi api cepat sekali merambat ke rumah lainnya. Hanya sempat selamatkan barang seadanya,” tambah Rizal.
Berikut adalah daftar nama pemilik rumah yang terdampak kebakaran, Manggisi (70), Bastian Jayadi (38), Basma (40), Andi Sapri (47), Nasar (53), Haslinda (35), Nurmiati (55), Astin (25), Darni (53), Bahar (43), Darwis (60), Remma (57), dan Amir (52).
Penulis: Andri


















Komentar