KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kepala wilayah Kerja (Kawilker) Kolaka Utara (Kolut), Ikbar menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan terbuka dalam menghadapi proses hukum yang kini ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), terkait dugaan kasus korupsi pertambangan Kolaka Utara.
Dikonfirmasi oleh terassultra.com pada Kamis (29/5/2025), Ikbar menyatakan bahwa sejak awal pemanggilan, dirinya tak pernah absen memenuhi undangan pemeriksaan dari penyidik Kejati. Ia bahkan menyebut keterbukaan dan komitmen terhadap proses hukum sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai aparatur negara.
“Saya kooperatif semua. Setiap ada panggilan, saya ke sana. Mulai dari awal, saya selalu hadir kalau ada panggilan,” tegas Ikbar.
Ikbar juga menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin larut dalam polemik yang berkembang di luar proses hukum. Ia memilih untuk fokus pada substansi pemeriksaan yang tengah berlangsung, dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Kejati untuk mendalami persoalan ini.
“Saya tidak terlalu banyak menanggapi riak-riak. Saya fokus pada proses yang sedang berjalan di kejaksaan, dan tetap akan hadir jika dipanggil kembali,” kata Ikbar.
Meski berada dalam pusaran penyelidikan yang menyedot perhatian publik, Ikbar mengaku siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi, termasuk jika dirinya dipanggil kembali atau bahkan ditetapkan sebagai saksi penting dalam perkara ini.
“Saya tidak menyembunyikan apa pun. Kalau memang dibutuhkan lagi, saya akan datang. Yang penting saya ikuti semua proses secara terbuka,” ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan, dan tidak buru-buru menghakimi siapa pun sebelum ada keputusan hukum yang final.
“Biarkan aparat penegak hukum bekerja. Kita harus percaya bahwa kejaksaan akan menuntaskan ini secara profesional dan objektif,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar