SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Kanwil Kemenag Sultra Jawab Polemik Gambar STQH Nasional

Kanwil
Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Saleh menyebut gambar STQH Nasional ilustrasi buku ensiklopedia. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Polemik maskot Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 akhirnya dijawab langsung oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa gambar maskot yang menampilkan hewan memegang buku bukan menggambarkan kitab suci Al-Qur’an, melainkan ilustrasi buku ensiklopedia.

“Kami luruskan, gambar tersebut bukan Al-Qur’an, melainkan ilustrasi buku ensiklopedia. Itu simbol dari cabang lomba karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan Hadis,” bebernya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Sultra, Rabu (8/10/2025).

Tak hanya itu, ia menjelaskan bahwa desain maskot yang viral di media sosial bukan hasil rancangan resmi panitia. Ia menyebut gambar tersebut merupakan hasil modifikasi sepihak oleh Event Organizer (EO) penyelenggara tanpa koordinasi yang matang dengan pihak Kemenag.

“Desain asli yang disetujui panitia sebenarnya berbeda. Versi yang beredar di publik merupakan hasil modifikasi EO yang tidak pernah dikonsultasikan ulang kepada kami,” jelasnya.

Menurutnya, kelalaian itu terjadi ketika dirinya tengah berada di luar daerah.

“Saya tidak berada di Sultra saat maskot tersebut dibuat. Begitu mengetahui hal ini, kami langsung menindaklanjuti dan melakukan klarifikasi resmi,” tambahnya.

Muhammad Saleh memastikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sultra untuk menarik seluruh tampilan maskot tersebut dari ruang publik dan media promosi resmi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Sekda Sultra dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI. Keputusan kami bersama adalah menarik maskot itu agar polemik tidak terus berkembang,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kelalaian tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Tidak ada unsur kesengajaan dalam hal ini. Semoga masyarakat dapat memahami dan tetap mendukung suksesnya penyelenggaraan STQH Nasional di Sultra,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement