SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum

Kantor Desa Moasi Kembali Disegel, Ketegangan Warga Nyaris Berujung Bentrok

Desa 1
Warga saat menyegel kantor Desa Moasi, Kabupaten Muna, Minggu (5/7/2026). Foto Arsya

MUNA, TERASSULTRA.COM – .Penyegelan Kantor Desa Moasi kembali terjadi. Warga menutup akses kantor desa, Minggu (5/7/2026), karena menganggap pemerintah desa belum menunjukkan transparansi penggunaan Dana Desa, meski sebelumnya kantor sempat dibuka melalui mediasi Komisi I DPRD Muna.

Diketahui, penyegelan ulang dilakukan karena warga menilai pemerintah desa belum memenuhi tuntutan mereka terkait keterbukaan pengelolaan Dana Desa.

Hingga kini, warga mengaku belum memperoleh penjelasan mengenai sejumlah program yang dipersoalkan, termasuk pengadaan ayam petelur serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Salah seorang warga mengatakan pemerintah desa belum memberikan jawaban yang memuaskan atas berbagai pertanyaan yang diajukan masyarakat sejak aksi protes pertama dilakukan.

“Sampai hari ini tidak ada penjelasan dari pemerintah desa. Pengadaan ayam petelur yang awalnya disebut berjumlah 950 ekor, sekarang tinggal sekitar 500 ekor. Dokumen APBDes yang kami minta juga tidak diberikan. Yang baru diperlihatkan hanya APBDes tahun 2025,” jelasnya.

Menurut warga, tuntutan mereka bukan sekadar meminta dokumen administrasi, melainkan memperoleh penjelasan menyeluruh mengenai penggunaan Dana Desa yang bersumber dari uang negara.

Masyarakat juga menyesalkan sikap Komisi I DPRD Muna saat turun ke Desa Moasi beberapa waktu lalu. Warga menilai kunjungan tersebut tidak menyelesaikan persoalan karena hanya berlangsung antara anggota dewan dan pemerintah desa, tanpa melibatkan pihak yang melakukan aksi.

“Kami butuh penjelasan secara terbuka. Tapi sampai sekarang pemerintah desa memilih diam. Waktu DPR turun pun yang diajak rapat hanya kepala desa dan orang-orangnya. Kami yang menyampaikan tuntutan justru tidak pernah dipanggil,” kata warga lainnya.

Seuai pantauan media ini, situasi memanas saat puluhan warga kembali memasang segel di pintu kantor desa. Aksi tersebut memicu adu mulut antara warga dengan sejumlah aparat desa serta beberapa warga lainnya yang menolak penyegelan.

Ketegangan nyaris berubah menjadi bentrokan sebelum akhirnya aparat Kepolisian Sektor Towea tiba di lokasi untuk mengendalikan keadaan.

Setelah polisi melakukan pengamanan dan mengimbau kedua belah pihak menahan diri, situasi berangsur kondusif. Massa kemudian membubarkan diri, sementara Kantor Desa Moasi kembali dalam kondisi tersegel.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Desa Moasi.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement