SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Kadis Kominfo Sahuriyanto Ingatkan Siswa Sekolah Rakyat Bijak Bermedia Sosial

Sahurianto 1
Kadis Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda saat membawakan materi Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Senin (10/8/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, meminta peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari menggunakan teknologi digital secara cerdas dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan siswa agar tidak menjadikan media sosial dan handphone sekadar sarana hiburan.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari Tahun Ajaran 2026/2027, Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan MPLS berlangsung sejak 29 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pengenalan lingkungan sekolah sekaligus pembinaan karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar peserta didik baru.

Dalam kesempatan itu, Sahuriyanto membawakan materi bertajuk “Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone.” Materi tersebut menekankan pentingnya literasi digital di tengah semakin dekatnya kehidupan siswa dengan internet, media sosial, dan perangkat digital.

Sahuriyanto mengatakan perkembangan teknologi digital seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri. Media sosial tidak semestinya hanya menjadi ruang untuk menggulirkan konten tanpa tujuan.

IMG 20260810 WA0134 1140x641 2

Kadis Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda saat memberikan materi kepada peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari soal Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone, Senin (10/8/2026). Foto Andri

“Media sosial ini bukan hanya tempat scroll. Kita bisa mendapatkan informasi, belajar, berkarya, berprestasi, berbagi kreativitas, bahkan mendukung usaha dan membangun reputasi diri melalui konten-konten positif,” jelasnya.

Ia meminta siswa mulai mengubah kebiasaan dalam menggunakan media sosial. Setiap konten yang dikonsumsi maupun diproduksi, kata dia, harus dipertimbangkan manfaat dan risikonya.

Menurut Sahuriyanto, siswa juga harus memahami bahwa aktivitas di ruang digital meninggalkan jejak. Unggahan, komentar, foto maupun video yang dibagikan hari ini dapat menjadi bagian dari rekam digital seseorang dalam jangka panjang.

Karena itu, ia meminta siswa tidak terburu-buru mengunggah atau membagikan informasi, terutama ketika sedang berada dalam kondisi emosional.

“Kita harus cepat membaca, tetapi lambat membagikan. Sebelum share, periksa dulu apakah informasinya benar, aman, bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” bebernya.

Selanjutnya, Sahuriyanto menjelaskan sejumlah risiko yang dapat muncul dari penggunaan teknologi tanpa kontrol. Di antaranya penyebaran hoaks, kecanduan media sosial, perundungan di dunia maya atau cyberbullying, penyalahgunaan data pribadi, penipuan online, peretasan akun hingga penyebaran konten yang tidak pantas.

IMG 20260810 WA0137 1140x641 1

Kadis Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda saat memberikan materi kepada peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari soal Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone, Senin (10/8/2026). Foto Andri

Ia meminta siswa tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum diteruskan kepada orang lain.

Selain itu, siswa diminta menjaga data pribadi, termasuk nomor telepon, kata sandi, kode verifikasi dan informasi lain yang dapat digunakan pihak tidak bertanggung jawab.

“Jangan sembarangan membagikan data pribadi. Jangan mudah mengklik tautan yang mencurigakan dan jangan langsung percaya dengan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Untuk memperkuat keamanan akun, Sahuriyanto mendorong siswa memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia pada platform digital, salah satunya autentikasi dua faktor.

Dalam materi berikutnya, Sahuriyanto menyoroti penggunaan handphone di kalangan pelajar. Ia menilai persoalan utama bukan semata-mata mengenai boleh atau tidaknya siswa menggunakan handphone.

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana perangkat tersebut digunakan dan berapa lama waktu yang dihabiskan untuk menggunakannya.

“Bukan hanya boleh pakai HP atau tidak, tetapi dipakai untuk apa dan berapa lama? Handphone yang sama ketika berada di tangan kita bisa memberikan hasil yang berbeda, tergantung bagaimana kita menggunakannya,” paparnya.

Ia mendorong peserta didik memanfaatkan handphone sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan. Misalnya mencari bahan pelajaran, membaca referensi, mengerjakan tugas, berkomunikasi, membuat karya, memproduksi konten kreatif hingga mengembangkan keterampilan baru.

IMG 20260810 WA0141 1140x641 1

Kadis Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda saat pose bersama peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari usai memberikan materi soal Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone, Senin (10/8/2026). Foto Andri

Namun, Sahuriyanto mengingatkan penggunaan perangkat digital tetap harus memiliki batas. Jangan sampai waktu untuk bermain media sosial justru mengganggu kegiatan utama siswa.

“Jangan sampai penggunaan handphone mengganggu waktu belajar, waktu bersama keluarga, waktu istirahat dan kewajiban sehari-hari,” katanya.

Ia mengapresiasi kebijakan Sekolah Rakyat yang menerapkan pembatasan penggunaan media sosial dan handphone di lingkungan sekolah. Pembatasan tersebut dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih fokus sekaligus membentuk kebiasaan digital yang sehat.

Sahuriyanto berharap peserta didik Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi generasi yang mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika dan tanggung jawab di ruang digital.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita membentuk masyarakat yang cakap digital, aman dan produktif. Anak-anak inilah yang nantinya menjadi generasi penerus, sehingga sejak sekarang harus dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara cerdas dan bijak,” tuturnya.

Dengan demikian, Sahuriyanto menegaskan, kemampuan menggunakan teknologi secara tepat akan menjadi bekal penting bagi generasi muda. Sebab, perkembangan teknologi akan terus berjalan dan menuntut setiap orang tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat, tetapi juga mampu memilah informasi, menjaga keamanan diri serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Teknologi harus menjadi alat untuk berkembang, bukan sesuatu yang justru mengendalikan kita,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement