SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Jembatan Mataosu yang Viral Dijanjikan Dibangun, Gubernur: Tunggu Hitungan Anggaran

Asr 45 1
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka janji bakal bangun jembatan Mataosu, Kolaka. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, memastikan pemerintah provinsi akan membangun jembatan penghubung di Desa Mataosu, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Jembatan itu menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan para siswa harus menyeberangi Sungai Poleang demi menuju sekolah, lantaran belum adanya akses penghubung yang layak antara wilayah Kolaka dan Bombana.

“Sudah kita hitung kebutuhan anggarannya. Setelah jelas pos anggarannya, tentu akan kita bangun,” kata Gubernur Andi Sumangerukka saat ditemui di Kendari, Kamis, 23 April 2026.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah harus memastikan seluruh tahapan perencanaan dan penganggaran berjalan sesuai ketentuan, mengingat proyek tersebut menggunakan dana publik.

“Ini uang negara, ada mekanismenya. Kita tidak bisa langsung jalan tanpa perhitungan yang matang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dirinya telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan kajian teknis, termasuk estimasi biaya pembangunan. Hasil perhitungan itu akan menjadi dasar dalam menentukan waktu pelaksanaan proyek.

“Saya sudah minta dinas terkait mengecek secara detail. Setelah itu, baru kita putuskan langkah pembangunannya. Yang jelas, ini akan kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Meski belum menetapkan jadwal pasti, Andi Sumangerukka memastikan pemerintah tidak akan mengabaikan kebutuhan masyarakat, terutama menyangkut akses dasar seperti jembatan yang berdampak langsung pada aktivitas pendidikan dan ekonomi warga.

“Tidak usah khawatir. Ini kebutuhan masyarakat, apalagi menyangkut anak-anak sekolah. Pasti kita perhatikan,” ucapnya.

Untuk diketahui, video yang viral sebelumnya memperlihatkan siswa harus melintasi aliran Sungai Poleang dengan kondisi seadanya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement