KENDARI, TERASSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mengajak seluruh elemen daerah membangun “sinergi produktif” dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sultra. Ajakan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna di DPRD Sultra, Kamis, 23 April 2026.
Mengusung tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera”, Pemprov menempatkan produktivitas sebagai poros utama arah pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa produktif bukan sekadar jargon, melainkan pendekatan strategis untuk menjawab tantangan pembangunan yang kian kompleks.
“Produktif berarti bagaimana kita mengelola sumber daya secara efektif dan efisien, menghasilkan nilai tambah yang tinggi, sekaligus memastikan tata kelola pemerintahan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.
Ia menekankan, produktivitas yang dimaksud tidak berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi semata. Pemerintah, kata dia, mendorong pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Untuk itu, Pemprov Sultra memprioritaskan sejumlah agenda dalam hal penguatan infrastruktur untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan iklim investasi yang lebih kompetitif.
“Pertumbuhan ekonomi harus bertumpu pada fondasi yang kuat. Infrastruktur yang memadai, SDM yang unggul, dan investasi yang sehat menjadi prasyarat agar Sultra bisa melompat lebih jauh,” tegasnya.
Di sektor riil, Andi Sumangerukka juga menyentil pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia mendorong agar sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan berdaya saing.
“UMKM dan ekonomi kreatif harus menjadi motor penggerak yang mampu menyerap tenaga kerja sekaligus memperluas basis ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh, Andi Sumangerukka menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi. Selama ini, ketergantungan pada komoditas mentah dinilai belum memberi nilai optimal bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus berani bertransformasi, dari ekonomi berbasis bahan mentah menuju ekonomi berbasis nilai tambah, inovasi, dan teknologi. Ini kunci agar sumber daya alam Sultra memberi manfaat maksimal,” jelasnya.
Selain itu, Andi Sumangerukka mengingatkan bahwa reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik tetap menjadi agenda mendesak. Menurut dia, keberhasilan pembangunan pada akhirnya diukur dari tingkat kepuasan masyarakat.
“Pelayanan publik harus semakin cepat, mudah, dan responsif. Reformasi birokrasi bukan pilihan, tapi keharusan jika kita ingin kepercayaan publik terus terjaga,” urainya.
Dengan demikian, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, hingga aparat penegak hukum untuk memperkuat kolaborasi sebagai mitra strategis pembangunan.
“Kita jadikan HUT ke-62 ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama, meningkatkan kinerja, dan membangun sinergi produktif demi Sultra yang lebih sejahtera,” urainya.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras semua pihak. Pembangunan Sultra adalah hasil kerja kolektif kita bersama,” tandas Andi Sumangerukka.
Penulis: Andri


















Komentar