KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan dump truck pengangkut ore milik PT ST Nikel dengan seorang pengendara motor di Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Jumat (15/8/2025) malam, menuai sorotan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Kendari.
Ketua Cabang PMII Kota Kendari, Muhammad Ikbal Laribae, menegaskan insiden ini mencerminkan kelalaian perusahaan dalam menjalankan aktivitas hauling.
“Hauling PT ST Nikel telah memakan korban. Kami mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara segera mencabut izin penggunaan jalan umum bagi perusahaan tersebut,” tegas Ikbal saat dikonfirmasi, Sabtu (16/8/2025).
Menurutnya, Kementerian PUPR melalui BPJN Sulawesi Tenggara sebelumnya memang menerbitkan surat dispensasi yang memberi izin penggunaan jalan umum. Namun, surat tersebut disertai sejumlah ketentuan ketat, seperti pengaturan waktu operasional dan jarak antar kendaraan.
“Faktanya, ketentuan itu dilanggar. Selain itu, kami juga menduga PT ST Nikel melakukan hauling dengan muatan over load dan over dimensi. Ini jelas membahayakan masyarakat pengguna jalan,” jelasnya.
PMII Kota Kendari menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak berhenti pada kecelakaan semata
“Kami menuntut adanya penegakan aturan demi keselamatan masyarakat dan penghentian aktivitas hauling yang berpotensi merugikan publik,” tutupnya.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Kanit Lantas Polsek Sampara, Aiptu Thomas, menyebut kendaraan dump truck yang terlibat kecelakaan saat itu dalam kondisi memuat ore nikel.
“Oh iya betul muatan ore,” ucaonya
Namun, ketika ditanya kepemilikan kendaraan, ia mengaku belum bisa memastikan apakah benar milik PT ST Nikel.
“Saya ndak tahu persis, Pak,” bebernya.
Kanit Gakkum Lantas Polres Konawe, Ipda Andi Mappangara, menambahkan bahwa akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor mengalami luka cukup serius
“Korban sempat dirawat di Puskesmas Pondidaha, lalu dirujuk ke RSUD Kabupaten Konawe,” tutupnya.
Penulis: Arsya


















Komentar