SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Gubernur Sultra Terapkan Meritokrasi, Wawancarai Langsung Calon Pejabat

Asr 37
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka saat wawancara langsung calon pejabat di Pemprov Sultra. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mengambil langkah tak lazim dalam proses pengisian jabatan di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Ia turun langsung mewawancarai calon pejabat administrator dan pengawas guna memastikan kualitas dan integritas aparatur yang akan ditunjuk.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan sistem merit, yakni penempatan jabatan berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja, bukan pertimbangan non-profesional.

“Kami ingin memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan, kemauan, dan integritas untuk menjalankan tugas,” ungkap Gubernur Andi Sumangerukka dalam keterangan yang disampaikan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Jumat, 3 April 2026.

Kepala BKD Sultra, Andi Khaeruni, mengatakan proses wawancara telah berlangsung sejak Senin, 30 Maret 2026, dan masih berlanjut hingga Kamis, 2 April 2026. Tahapan tersebut dijadwalkan berlanjut pada pekan berikutnya.

“Wawancara ini merupakan tahapan akhir sebelum nama-nama calon pejabat diajukan ke Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan persetujuan teknis,” katanya.

Menurut dia, proses seleksi diawali dari usulan masing-masing kepala perangkat daerah. Selanjutnya, BKD melakukan asesmen terhadap kandidat berdasarkan berbagai indikator, seperti pangkat, pendidikan, pengalaman kerja, kinerja, motivasi, kompetensi teknis dan manajerial, serta integritas.

Dari hasil asesmen tersebut, tiga kandidat terbaik untuk setiap jabatan diajukan kepada gubernur untuk mengikuti wawancara.

“Gubernur ingin memastikan tidak ada praktik yang menyimpang seperti nepotisme atau gratifikasi dalam proses pengisian jabatan,” bebernya.

Pendekatan ini, kata dia, sekaligus menegaskan penerapan prinsip the right man on the right place dalam birokrasi pemerintahan daerah.

Selain memperkuat proses seleksi tambahnya Pemprov juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN). Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan di Kantor BKD Jawa Barat pada 2 April 2026, yang dihadiri sejumlah pejabat dari kedua provinsi, termasuk kepala BKD, kepala biro organisasi, dan kepala biro pemerintahan.

Melalui kerja sama ini, Pemprov Sultra akan mengadopsi sistem manajemen talenta berbasis teknologi informasi yang telah diterapkan di Jawa Barat.

“Sistem ini memungkinkan pemetaan talenta ASN secara komprehensif, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan karier dan suksesi jabatan,” kata Andi Khaeruni.

Ke depan lanjutnya, Pemprov Sultra juga akan melaksanakan pemagangan guna mempelajari penggunaan aplikasi manajemen talenta tersebut, dengan melibatkan dinas komunikasi dan informatika.

Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan data kompetensi, potensi, dan kualifikasi ASN dalam satu sistem, sehingga proses pengambilan keputusan terkait kepegawaian menjadi lebih objektif dan terukur.

Melalui rangkaian langkah tersebut, Pemprov Sultra menargetkan terwujudnya birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing.

“Ini bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tandas Andi Khaeruni.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement