KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggulirkan langkah nyata untuk menjaga stabilitas pangan dan menekan inflasi. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak resmi digelar di delapan kabupaten kota pada 5–6 September 2025.
Pembukaan GPM dipusatkan di Halaman Gelanggang Olahraga Apriyani Rahayu, Kendari, dengan dihadiri langsung oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR)
Dalam kesempatan itu, Gubernur ASR menegaskan GPM bukan sekadar pasar murah, melainkan strategi intervensi yang terukur, berbasis data, dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini bukan hanya menjual bahan pokok dengan harga lebih rendah. Ini adalah strategi pengendalian inflasi, untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat Sultra,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi dan partisipasi semua pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, distributor, hingga masyarakat.
“Kita ingin membangun Sultra yang tangguh dan berdaulat pangan. Untuk itu, saya mengapresiasi seluruh bupati, wali kota, instansi, pelaku usaha pangan, UMKM, distributor, serta stakeholder yang mendukung gerakan ini,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia menilai kehadiran GPM serentak menunjukkan komitmen bersama pemerintah daerah dalam menekan gejolak harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
“Ini bentuk kerja nyata. Kita tidak hanya berbicara konsep, tapi hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan pangan yang terjangkau, masyarakat bisa lebih tenang, daya beli meningkat, dan inflasi terkendali,” ungkapnya.
Dengan demikian, GPM serentak ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah menghadirkan keadilan ekonomi hingga ke akar rumput.
“Mari kita jadikan GPM sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program. Dengan kolaborasi, kita wujudkan Sultra yang maju, sejahtera, dan berdaulat pangan,” tandas ASR.
Untuk diketahui, kegiatan yang berlangsung serentak itu diikuti oleh delapan daerah, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Bombana, Konawe Selatan, Muna, Buton Selatan, Buton Utara, dan Wakatobi.
Penulis: Arsya


















Komentar