SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekobis Pemerintahan

Gubernur Andi Sumangerukka Minta BPK Perkuat Benteng Siber Bank Sultra

Asr 11
Gubernur Andi Sumangerukka kedua dari kiri saat meminta BPK RI untuk memperkuat sistem keamanan digital Bank Sultra. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM –Transformasi digital perbankan daerah kini tak lagi sekadar pilihan, melainkan keniscayaan. Di tengah derasnya arus digitalisasi itu, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyentil aoal keamanan siber.

Dalam sebuah forum sharing session bersama Anggota VI BPK RI, Fathan Subchi, di Gedung Bank Sultra, Sabtu (11/4/2026), Gubernur Andi Sumangerukka meminta dukungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk memperkuat sistem keamanan digital Bank Sultra yang merupakan bank kebanggaan daerah yang tengah didorong menjadi motor penggerak ekonomi.

“Tantangan cyber security hari ini bukan lagi isu tambahan, tapi prioritas utama. Kami memohon dukungan BPK untuk memperkuat sistem ini, demi menjaga kepercayaan publik terhadap Bank Sultra,” ungkapnya di hadapan jajaran direksi dan pemangku kepentingan.

Kemudian ia menegaskan bahwa Bank Sultra tidak bisa lagi diposisikan semata sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan. Lebih dari itu, bank daerah ini adalah instrumen strategis yang menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Bank Sultra ini adalah aset strategis daerah. Ia harus kita jaga bersama, tidak hanya dari sisi kinerja keuangan, tapi juga dari ancaman yang bisa merusak kepercayaan masyarakat, termasuk ancaman digital,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian dan daya saing Bank Sultra di tengah persaingan industri perbankan nasional. Salah satu kunci utamanya adalah transformasi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

Dalam konteks itu, Gubernur Andi Sumangerukka melihat BPK RI memiliki peran lebih luas dari sekadar lembaga auditor. Ia berharap BPK dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat tata kelola perusahaan, termasuk dalam aspek pengamanan sistem informasi.

“Kami memandang BPK bukan hanya sebagai pemeriksa, tetapi juga mitra dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan sistem pengendalian internal, termasuk di sektor digital,” jelasnya.

Selain itu, Andi Sumangerukka memyampaikan pentingnya optimalisasi fungsi intermediasi Bank Sultra. Ia meminta agar penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit dilakukan secara sehat, produktif, dan tepat sasaran.

Menurutnya, Bank Sultra harus mampu hadir sebagai solusi keuangan yang inklusif menjangkau masyarakat hingga pelosok desa, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah.

“Bank Sultra harus hadir sebagai solusi keuangan yang cepat, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ini bagian dari upaya kita membangun ekonomi yang inklusif,” tutupnya.

Sementara itu, Anggota VI BPK RI, Fathan Subchi dalam forum tersebut diapresiasi sebagai bentuk perhatian BPK terhadap penguatan sektor keuangan daerah. Gubernur berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra, Bank Sultra, dan BPK RI dapat terus diperkuat.

“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti di forum ini saja, tetapi berlanjut dalam langkah konkret untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement