KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mendorong pendekatan spiritual dalam agenda pembangunan daerah.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, meluncurkan program “Sultra Religi” yang ditandai dengan kegiatan murojaah bersama 1.000 santri di Masjid Sekretariat DPRD Sultra, Minggu dini hari, 19 April 2026.
Peluncuran program tersebut berlangsung dalam suasana khidmat, dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema sejak dini hari. Kegiatan ini menjadi titik awal gerakan yang ditargetkan mampu melahirkan 100 ribu penghafal Al-Qur’an di Sultra.
Dalam kesempatan itu, Andi Sumangerukka mengatakan program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi spiritual masyarakat di tengah dinamika pembangunan daerah.
“Program ini sudah direncanakan sejak awal. Kebaikan harus kita awali dari masjid. Ini bagian dari mengisi hati dan nurani kita,” ungkapnya.
Ia menilai, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai-nilai religius sebagai penopang utama.
Menurut dia, masjid harus menjadi pusat pergerakan, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai ruang membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Kalau kita mulai dari masjid, maka setiap langkah pembangunan kita punya arah yang jelas bukan hanya untuk dunia, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT,” jelasnya.
Andi Sumangerukka optimistis, melalui kegiatan murojaah Al-Qur’an yang dilakukan secara rutin, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya melaunching Program Sultra Religi menuju kota Al-Qur’an. Semoga niat baik ini diijabah oleh Allah SWT,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar