SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan

Gelar Dialog Publik, Div Humas Polri: Strategi Cooling System Jaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilu

IMG 20241210 WA0035
Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian saat mengikuti Dialog Publik bertajuk "Strategi Polri dalam Mengimplementasikan Cooling System untuk Menjaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilu 2024". Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Divisi Humas Polri menggelar Dialog Publik bertajuk “Strategi Polri dalam Mengimplementasikan Cooling System untuk Menjaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilu 2024” pada Selasa (10/12/2024). Acara yang berlangsung di Aula Dachara Polda Sulawesi Tenggara ini juga diikuti secara daring oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan jajaran Humas Polda di berbagai wilayah.

Kegiatan ini dibuka oleh Karo PID Div Humas Polri, Brigjen Pol Tjahjono Saputro mewakili Kadiv Humas Polri. Dalam forum tersebut, hadir pula Wakil Menteri Agama RI serta Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia sebagai pembicara utama, memperkuat pembahasan tentang peran strategis Polri dalam menjaga harmoni di tengah dinamika politik pasca Pemilu 2024.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Tjahjono menyampaikan pentingnya menjaga stabilitas sosial pada tahun politik yang penuh dinamika. Pemilu 2024 menjadi momen krusial, mencakup pemilihan presiden, legislatif, serta kepala daerah secara serentak di seluruh Indonesia. Dengan tingkat partisipasi pemilih yang pada pemilu sebelumnya mencapai 81,7 persen, ia berharap momentum demokrasi ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong kesejahteraan rakyat di berbagai sektor.

“Kehadiran Polri melalui strategi Cooling System bertujuan untuk meredam potensi konflik akibat polarisasi, misinformasi, serta miskomunikasi yang sering muncul dalam dinamika politik,” bebernya.

Strategi Cooling System yang diterapkan Polri sejalan dengan visi Asta Cita Presiden dalam menciptakan tatanan masyarakat yang damai dan harmonis. Program ini dirancang untuk meredam ketegangan, mencegah konflik horizontal, serta memperkuat sinergi antara Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa.

Brigjen Pol Tjahjono menekankan bahwa implementasi Cooling System tak hanya mengedepankan pendekatan keamanan, tetapi juga merangkul nilai-nilai lokal dalam membangun kepercayaan publik.

“Dengan dukungan para tokoh masyarakat dan agama, kami optimis suasana kondusif dapat terus terjaga meskipun tantangan tahun politik ini cukup besar,” ungkapnya.

Dalam dialog ini, Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian menggarisbawahi pentingnya kerja sama semua pihak untuk mendukung upaya Polri.

“Keamanan dan stabilitas pasca Pemilu bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami terus mendorong komunikasi intensif dengan semua elemen masyarakat,” ujarnya.

Acara ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, seperti peningkatan edukasi politik kepada masyarakat, penguatan peran media dalam menangkal hoaks, serta pelibatan aktif komunitas lokal dalam menjaga situasi kondusif.

Dengan terselenggaranya dialog ini, Divisi Humas Polri berharap strategi Cooling System mampu menjadi fondasi utama dalam menciptakan keamanan dan harmoni sosial yang berkelanjutan, sekaligus memastikan suksesnya Pemilu 2024 sebagai wujud demokrasi yang matang dan bertanggung jawab.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement