KENDARI, TERASSULTRA.COM – Festival Bokori 2026 tak sekadar menjadi perayaan ulang tahun ke-62 Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemerintah provinsi menjadikannya sebagai panggung untuk mengangkat pangan lokal dengan sentuhan kompetisi dan kehadiran juri Chef Juna Rorimpandey.
Festival ini adalah lomba cipta menu pangan lokal, sebuah ajang yang mempertemukan kreativitas dan kekayaan bahan pangan daerah. Di tangan para peserta, bahan-bahan lokal diolah menjadi hidangan yang bukan hanya lezat, tetapi juga bernilai gizi dan tampil modern.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menyebut lomba ini dirancang untuk melampaui sekadar urusan dapur. Pemerintah ingin mendorong transformasi cara pandang terhadap pangan lokal dari konsumsi tradisional menjadi potensi ekonomi kreatif.
“Ajang ini menjadi ruang adu kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi hidangan bergizi dan menarik. Bukan hanya soal rasa, tapi juga inovasi penyajian berbasis potensi daerah,” jelasnya, Selasa (14/4/2026) malam.
Kehadiran Chef Juna memberi bobot tersendiri pada kompetisi ini. Ia dijadwalkan tiba di Kendari pada 24 April 2026, menghadiri Festival Bokori sehari setelahnya, dan kembali ke Jakarta pada 26 April. Sosok yang dikenal kritis di dapur itu akan menjadi salah satu penilai utama.
“Bagi peserta, ini adalah panggung uji, apakah bahan pangan lokal bisa naik kelas, tampil elegan, dan diterima dalam selera yang lebih luas,” ungkapnya.
Festival Bokori sendiri dirancang sebagai perayaan yang inklusif. Selain lomba cipta menu, pengunjung akan disuguhi berbagai kegiatan, mulai dari live cooking masakan khas Sultra hingga lomba menu halal yang memperkaya variasi sajian.
Dalam kesempatan itu, Andi Syahrir menyampaikan bahwa peserta lomba berasal dari Tim Penggerak PKK di 17 kabupaten kota, serta perwakilan undangan dan binaan Bank Indonesia. Komposisi ini menunjukkan bahwa pengembangan pangan lokal tak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga komunitas dan sektor pendukung.
Festival kuliner itu tujuannya untuk memperkuat identitas kuliner daerah sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pangan lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih mengenal, mencintai, dan mengembangkan pangan lokal agar semakin dikenal luas,” tandas Andi Syahrir.
Penulis: Andri


















Komentar