KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus mempercepat langkah menuju digitalisasi transaksi pajak dan pendapatan daerah guna mendorong efisiensi dan transparansi keuangan daerah.
Melalui kegiatan High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari, Selasa (29/10/2024), Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muh. Yusup menegaskan komitmen Pemkot untuk membangun ekosistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah.
Muh. Yusup menekanankan pentingnya kemudahan dalam transaksi pembayaran pajak dan pendapatan daerah. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran non-tunai tetapi juga mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
“Semakin mudah masyarakat mengakses pembayaran digital, semakin efisien transaksi yang terjadi. Ini akan menjadi dorongan kuat bagi pengembangan ekonomi dan keuangan di Kota Kendari,” bebernya.
Dengan demikian, Pj Wali Kota Kendari, Muh. Yusup mengimbau seluruh jajaran untuk mempercepat integrasi layanan transaksi digital.
“Dengan integrasi ini, kami bisa memperkuat tata kelola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel, serta mendukung optimalisasi pendapatan daerah,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Muh. Yusup menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Kendari untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus mendorong pencapaian target pendapatan melalui digitalisasi.
“Dengan langkah ini, diharapkan tata kelola keuangan Kota Kendari semakin akuntabel dan transparan, serta mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi yang makin pesat,” tutupnya.
Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Thathit Suryono, turut memberikan apresiasi atas langkah digitalisasi yang dilakukan oleh Pemprov dan Pemkot Kendari. Menurutnya, digitalisasi transaksi memberikan banyak manfaat seperti peningkatan aksesibilitas masyarakat, transparansi pengelolaan uang, dan akuntabilitas publik.
“Dengan digitalisasi, uang yang beredar di masyarakat dan pemerintah berada dalam sistem perbankan yang lebih aman dan terpantau,” tandas Thathit.
Penulis: Andri


















Komentar