KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pondok Pesantren Imam Syafi’i di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, terancam tidak lagi dapat digunakan setelah lingkungan di sekitarnya diduga terdampak aktivitas tambang PT Indonesia Pomalaa Industri Park (IPIP), Senin (8/12/2025).
Pesantren yang berdiri di atas lahan sekitar 20.000 meter persegi itu kini dikelilingi area gundul. Dalam foto yang diterima redaksi, pepohonan di sekitar lokasi tampak habis digusur dan menyisakan gundukan tanah serta kubangan air yang disebut sebagai dampak dari aktivitas tambang di kawasan tersebut.
Situasi itu mendorong pihak pesantren angkat suara melalui media sosial. Mereka berharap kondisi yang dialami dapat diketahui publik luas.
“Kami hanya bisa bersuara lewat media sosial. Semoga ada yang peduli dengan kondisi pondok kami. Pondok yang kami bangun dengan tetesan keringat dan tenaga,” tulis akun resmi Ptq Imam Syafi’i Oko-Oko, Selasa (9/12/2025).
Pihak pengelola pesantren menyebut bahwa kondisi lingkungan yang berubah drastis membuat mereka terpaksa mengosongkan area tersebut demi keselamatan santri.
“Lihatlah di sekitar kami, hampir semua pohon habis, lalu ada lubangan air yang sekali-kali bisa meluap. Inilah alasan kenapa kami harus pergi dari pondok kami yang sekarang. Keselamatan kami dan anak-anak kami jauh lebih utama,” lanjut pernyataan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi media masih berupaya menghubungi pihak PT IPIP untuk meminta klarifikasi terkait dugaan aktivitas tambang yang disebut berdampak pada lingkungan sekitar Pondok Pesantren Imam Syafi’i.
Penulis: Arsya


















Komentar