KENDARI, TERASSULTRA.COM – Suasana pelayanan di Kantor Camat Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini tak lagi sepenuhnya identik dengan antrean panjang, wajah tegang warga, dan ruang tunggu yang kaku.
Di salah satu sudut ruangan pelayanan, suara anak-anak bermain terdengar bersahut-sahutan. Sebagian tampak sibuk menyusun balok permainan, sementara yang lain duduk membaca buku cerita bergambar di atas karpet kecil yang disiapkan khusus.
Pemandangan tersebut menghadirkan suasana berbeda di kantor pemerintahan tingkat kecamatan itu. Di saat para orang tua mengurus dokumen administrasi kependudukan maupun keperluan lainnya, anak-anak mereka tetap memiliki ruang bermain dan belajar tanpa mengganggu jalannya pelayanan.
Perubahan suasana itu merupakan bagian dari inovasi pelayanan publik yang mulai diterapkan Pemerintah Kecamatan Puuwatu. Melalui sejumlah fasilitas sederhana, pemerintah kecamatan mencoba menghadirkan pelayanan yang lebih ramah, inklusif, dan manusiawi bagi masyarakat.
Camat Puuwatu, Sainul Latief, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kondisi yang kerap ditemui petugas pelayanan setiap hari. Banyak warga datang ke kantor camat sambil membawa anak kecil, sehingga proses pelayanan sering kali berjalan kurang efektif.

Anak-anak terlihat bermain di Pojok Belajar, Rabu (13/5/2026). Foto Andri
“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat datang dengan anak-anaknya. Kadang anaknya rewel, orang tua jadi tidak fokus, petugas juga ikut terdistraksi. Dari situ kami berpikir, kenapa tidak disiapkan ruang yang membuat semuanya lebih nyaman,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, situasi tersebut sebelumnya menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan administrasi. Anak-anak yang bosan menunggu sering menangis atau berlarian di area pelayanan, sementara para orang tua harus membagi perhatian antara mengurus dokumen dan menjaga anak mereka.
Dari pengamatan itu, pihak kecamatan kemudian menggagas sebuah ruang sederhana yang diberi nama Pojok Bermain. Area tersebut dibuat terbuka agar tetap mudah diawasi oleh orang tua yang sedang menunggu antrean ataupun berada di loket pelayanan.
Meski sederhana, pojok bermain itu dilengkapi sejumlah permainan edukatif dan alas bermain yang aman bagi anak-anak. Kehadirannya perlahan mengubah suasana ruang pelayanan menjadi lebih hangat dan tidak lagi terasa kaku seperti kantor pemerintahan pada umumnya.
“Kami ingin masyarakat merasa lebih nyaman ketika datang ke kantor camat. Jangan sampai mereka datang dengan perasaan tertekan atau stres hanya karena suasana pelayanan yang tidak mendukung,” bebernya.

Pojok belajar yang dibangun Kantor Camat Puuwatu, Rabu (13/5/2026). Foto Andri
Tak berhenti pada fasilitas bermain anak, Pemerintah Kecamatan Puuwatu menghadirkan perpustakaan mini di area pelayanan. Sebuah rak kecil berisi buku cerita, bacaan pengetahuan umum, hingga buku bergambar untuk anak-anak dan remaja ditempatkan di sudut ruang tunggu.
Keberadaan perpustakaan mini itu kata Sainul bertujuan memanfaatkan waktu tunggu masyarakat agar lebih produktif. Anak-anak maupun remaja yang datang bersama keluarganya dapat membaca buku sembari menunggu proses administrasi selesai.
“Kami ingin ruang pelayanan ini bukan hanya tempat orang menunggu antrean, tetapi juga punya nilai edukasi. Jadi masyarakat tetap bisa mendapatkan pengalaman yang baik saat berada di sini,” katanya.
Selain itu, pihak kecamatan juga menyiapkan pojok ASI bagi ibu menyusui. Fasilitas tersebut dibuat sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini sering luput diperhatikan dalam ruang-ruang pelayanan publik. Ruangan khusus itu dibuat tertutup agar privasi ibu menyusui tetap terjaga. Di dalamnya tersedia kursi dan ruang yang cukup nyaman untuk digunakan warga yang membawa bayi.
“Kadang ada ibu yang datang sambil membawa bayi untuk mengurus administrasi. Mereka tentu membutuhkan ruang yang nyaman untuk menyusui. Kami mencoba memahami kebutuhan-kebutuhan seperti itu,” paparnya.

Anak-anak terlihat sedang asik bermain di Pojok Belajar, Rabu (13/5/2026. Foto Andri
Ia menilai pelayanan publik di tingkat kecamatan tidak seharusnya hanya berfokus pada penyelesaian administrasi semata. Aspek kenyamanan warga juga merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan pemerintah.
“Kenyamanan itu bukan sekadar pelengkap. Itu bagian dari pelayanan itu sendiri. Kalau masyarakat nyaman, mereka lebih tenang, urusan administrasi juga bisa lebih cepat selesai,” katanya.
Dalam kesepatan itu, Sainul mengatakan, kantor kecamatan merupakan institusi pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, pelayanan yang diberikan semestinya mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga, termasuk anak-anak dan ibu menyusui.
Ia mengakui fasilitas yang tersedia saat ini masih sederhana dan akan terus dibenahi secara bertahap. Namun, pihaknya berkomitmen mempertahankan pendekatan pelayanan yang lebih ramah terhadap masyarakat.
“Kami memang belum sempurna, tetapi kami ingin terus berbenah. Hal-hal kecil seperti ini kadang terlihat sederhana, tetapi dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tandasnya. (adv)


















Komentar