SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemerintahan

Desa Labengki Masuk Nominasi Trisakti Tourism Award 2025, Wabup Konut Dampingi Langsung Tim Juri Saat Visitasi

Screenshot 20250504 182427 Samsung Internet
Wakil Bupati Konawe Utara, Abuhaera saat mendampingi langsung Tim Juri Trisakti Tourism Award saat melakukan visitasi dan penilaian lapangan di Desa Wisata Labengki. Foto Andri

KONAWE UTARA, TERASSULTRA.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam mengembangkan potensi pariwisata berbasis masyarakat dan lingkungan berbuah manis. Salah satu ikon wisatanya, Desa Labengki, resmi masuk nominasi Trisakti Tourism Award 2025 dalam kategori Desa Wisata Berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pencapaian ini, Wakil Bupati Konawe Utara, Abuhaera, mendampingi langsung tim juri nasional saat melakukan visitasi dan penilaian lapangan di Desa Wisata Labengki, Sabtu (3/5/2025).

Turut hadir dalam kunjungan itu, Kepala Dinas Pariwisata Konut, Riyas Aritman, Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra I Made Tarabuana, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Konut Rusdianto. Rombongan tim juri dipimpin langsung oleh Prof. Giyatmi, Rektor Universitas Sahid Jakarta, yang juga merupakan Ketua Dewan Juri Trisakti Tourism Award 2025.

Kehadiran para juri disambut antusias oleh masyarakat Desa Labengki dengan prosesi adat, tarian tradisional, dan pameran produk lokal. Pemandangan eksotis gugusan Pulau Labengki, keramahan warga, dan pelibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata menjadi sajian utama dalam agenda penilaian tersebut.

Wakil Bupati Konawe Utara, Abuhaera mengungkapkan bahwa pencapaian Desa Labengki ini merupakan bukti nyata bahwa pembangunan sektor pariwisata yang dijalankan pemerintah daerah berjalan di jalur yang benar.

“Labengki adalah representasi dari semangat kami membangun pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar pada kearifan lokal. Masuknya Labengki dalam nominasi Trisakti Tourism Award tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus membenahi sektor ini secara menyeluruh,” ujar Abuhaera kepada awak media usai mendampingi tim juri.

Screenshot 20250504 182419 Samsung Internet

Wakil Bupati Konut, Abuhaera saat mendampingi tim juri nasional saat melakukan visitasi dan penilaian lapangan di Desa Wisata Labengki, Sabtu (3/5/2025). Foto Andri

Menurutnya, pembangunan pariwisata di Konut tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menitikberatkan pada keberlangsungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya.

“Trisakti Tourism Award ini bukan sekadar ajang penghargaan. Ini adalah tolok ukur bagaimana desa wisata bisa tumbuh secara mandiri, menjaga identitas budayanya, dan memberi manfaat ekonomi bagi warganya. Inilah yang terus kita dorong, termasuk di Labengki,” tegasnya.

Jika berhasil meraih penghargaan, Desa Labengki akan menjadi satu-satunya desa wisata di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mendapatkan pengakuan nasional dalam Trisakti Tourism Award 2025. Hal ini tentu akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pariwisata Konawe Utara sekaligus peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah ke panggung yang lebih luas.

“Kami optimis. Tapi yang terpenting, proses ini telah memberi banyak pelajaran dan energi baru bagi kami untuk terus bekerja membangun pariwisata yang memberi manfaat nyata bagi rakyat,” tutup Abuhaera.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Konawe Utara, Riyas Aritman menjelaskan bahwa Desa Labengki memang sejak lama telah menjadi fokus pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Sejumlah program pembinaan, pelatihan, hingga penguatan kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) telah dijalankan secara konsisten.

“Labengki ini bukan dibangun secara instan. Kami melakukan pendampingan sejak beberapa tahun lalu, mulai dari aspek kelembagaan, promosi, hingga tata kelola yang mengedepankan partisipasi masyarakat. Bahkan sekarang, warga sendiri yang menjadi penggerak utama kegiatan wisata,” jelas Riyas.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian khusus terhadap konservasi lingkungan di kawasan Labengki. Mengingat Labengki dikenal sebagai rumah bagi berbagai jenis terumbu karang dan biota laut langka, seperti kima raksasa dan aneka ikan hias.

“Kita pastikan semua aktivitas wisata di sini bersifat ramah lingkungan. Bahkan dalam proses penilaian hari ini, tim juri kami ajak melihat langsung bagaimana warga menerapkan prinsip konservasi dalam aktivitas wisata, termasuk edukasi bagi wisatawan tentang pentingnya menjaga ekosistem laut,” ungkapnya.

Screenshot 20250504 182409 Samsung Internet

Kepala Dinas Pariwisata Konawe Utara, Riyas Aritman saat memberikan keterangan. Foto Andri

Trisakti Tourism Award sendiri merupakan penghargaan yang diberikan kepada desa wisata yang mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Penghargaan ini digagas oleh PDI Perjuangan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai kebangsaan.

Prof. Giyatmi selaku Ketua Tim Juri menyatakan kekagumannya atas daya tarik dan keunikan Labengki, baik dari aspek alam maupun sosial budayanya. Ia menyebut bahwa Labengki menunjukkan kombinasi menarik antara konservasi lingkungan, kearifan lokal, dan partisipasi aktif masyarakat.

“Labengki adalah contoh bagus dari desa wisata yang tidak hanya menjual pemandangan, tapi juga memelihara nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan. Ini sesuai dengan semangat Trisakti, di mana desa tidak hanya jadi obyek, tapi subyek pembangunan itu sendiri,” ujar Giyatmi.

Untuk diketahui, selama kegiatan visitasi, tim juri mengunjungi berbagai titik unggulan di Labengki, termasuk Bukit Cinta, Blue Lagoon, serta pusat edukasi konservasi laut. Mereka juga berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM, pengelola homestay, dan tokoh adat setempat. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement