KENDARI, TERASSULTRA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Muhammad Maulana Ali Syaputra kembali melaksanakan reses masa sidang III tahun 2025.
Kali ini, agenda penyerapaan aspirasi itu digelar di Jalan Laute II, halaman Masjid Darul Mustaqim, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.
Kegiatan reses yang berlangsung penuh keakraban tersebut dihadiri puluhan warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ibu-ibu Posyandu, remaja masjid, hingga pengurus RT dan RW.
Kehadiran warga menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Dalam sambutannya, Maulana mengatakan bahwa reses merupakan wadah konstitusional bagi anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat, mendengar aspirasi dan keluhan warga yang nantinya akan diperjuangkan dalam forum DPRD.
“Reses adalah bagian penting dari tugas kami sebagai wakil rakyat. Kami datang untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ini bukan hanya formalitas, tetapi komitmen untuk memperjuangkan suara rakyat,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).
Sejumlah usulan dan aspirasi disampaikan warga kepada politisi muda dari Partai Golkar itu. Di antaranya permintaan perbaikan drainase di beberapa titik rawan banjir, permohonan lampu penerangan jalan untuk meningkatkan keamanan lingkungan, serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah ruas jalan yang dianggap rawan tindak kejahatan.

Anggota DPRD Kota Kendari, Muhammad Maulana Ali Syaputra saat melaksanakan reses di Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. Foto Andri
“Kami di sini sangat membutuhkan perbaikan drainase karena kalau hujan sebentar saja air langsung meluap dan menggenangi rumah warga. Lampu jalan juga sangat kurang, kalau malam suasana jadi gelap dan rawan tindak kejahatan,” ungkap salah satu warga, Rahman, dalam sesi dialog.
Tak hanya itu, kalangan remaja masjid Darul Mustaqim juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengajukan permintaan meja serbaguna yang akan digunakan dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan seperti pengajian, diskusi kepemudaan, hingga kegiatan belajar mengaji.
“Kami butuh meja untuk mendukung aktivitas remaja masjid. Selama ini kalau ada kegiatan, kami pinjam sana-sini atau duduk di lantai. Semoga pak dewan bisa bantu,” ujar Rijal, Ketua Remaja Masjid Darul Mustaqim.
Sementara itu, perwakilan ibu-ibu Posyandu juga menyampaikan aspirasi berupa permintaan bantuan baju seragam. Menurut mereka, selain sebagai bentuk identitas, seragam itu dapat meningkatkan semangat dan kekompakan kader dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan masyarakat, terutama untuk ibu dan balita.
“Kami berharap bisa diberikan seragam Posyandu agar lebih kompak dan profesional saat melayani masyarakat, apalagi selama ini kami belum pernah mendapat bantuan seperti itu,” tutur Nurhayati, salah satu kader Posyandu setempat.
Menanggapi sejumlah aspirasi tersebut, Maulana Ali menyatakan akan menampung seluruh permintaan warga dan berkomitmen memperjuangkannya dalam forum pembahasan di DPRD. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya akan melakukan komunikasi intensif dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar usulan masyarakat dapat masuk dalam program pembangunan tahun anggaran berikutnya.

Usai reses anggota DPRD Kota Kendari, Muhammad Maulana Ali Syaputra foto bersama warga. Foto Andri
“Semua usulan warga kami catat dan akan kami teruskan ke pemerintah kota melalui rapat-rapat dewan. Insya Allah saya akan kawal hingga terealisasi. Kita perjuangkan bersama-sama agar Mandonga menjadi lingkungan yang lebih baik,” bebernya.
Tidak hanya sebatas menerima aspirasi, dalam kesempatan itu Maulana juga langsung menyanggupi salah satu permintaan warga, yakni pengadaan argo atau tempat berjualan berupa dua unit meja argo untuk pelaku UMKM di sekitar lingkungan masjid. Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga yang hadir.
“Untuk argo dua unit saya bantu langsung, ini bentuk kecil kepedulian saya kepada pelaku usaha kecil di lingkungan ini. Semoga bermanfaat dan menambah semangat warga untuk terus berdaya secara ekonomi,” katanya.
Reses tersebut juga dimanfaatkan Maulana untuk mensosialisasikan sejumlah program prioritas pemerintah daerah dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, mendorong partisipasi dalam pembangunan, serta mengingatkan warga untuk aktif dalam musyawarah kelurahan.
Dengan demikian, Maulana menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bagian dari komitmennya untuk terus dekat dengan konstituen.
Ia menegaskan, keberhasilan seorang wakil rakyat tidak hanya diukur dari seberapa sering bicara di parlemen, tetapi sejauh mana ia hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan warga.
“Saya bukan hanya hadir saat reses, tetapi siap membantu kapan saja masyarakat membutuhkan. Jangan sungkan untuk menghubungi atau menyampaikan persoalan-persoalan yang belum terselesaikan. Karena tugas saya adalah menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah,” tandas Maulana. (adv)


















Komentar