KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari La Ode Muhammad Inarto menegaskan komitmen kuat lembaga legislatif dalam mendukung penuh penyelenggaraan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) Executive Bureau Meeting and Asia Pacific Forum 2026.
Hal itu disampaikan saat ia turut mendampingi Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dalam audiensi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin, 6 April 2026.
Kehadiran Inarto dalam pertemuan tersebut menjadi penanda penting soliditas antara legislatif dan eksekutif di Kota Kendari. Ia memastikan bahwa DPRD tidak hanya memberikan dukungan secara formal, tetapi juga akan terlibat aktif dalam memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan kegiatan terpenuhi.
“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk komitmen DPRD dalam mendukung penuh pelaksanaan UCLG ASPAC 2026. Ini bukan hanya agenda pemerintah kota, tetapi agenda bersama yang membawa nama daerah di tingkat internasional,” tegasnya.
Ia menegaskan, DPRD akan memainkan peran strategis melalui fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana. Menurut dia, kesiapan daerah harus ditopang dengan dukungan kebijakan yang kuat dan pengawalan yang berkelanjutan.
“Kami memastikan dukungan dari sisi kebijakan dan anggaran dapat berjalan optimal. Selain itu, DPRD juga akan mengawal seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan,” katanya.
Inarto menilai, UCLG ASPAC 2026 merupakan momentum penting bagi Kota Kendari untuk memperkuat posisi di tingkat regional Asia Pasifik. Ia menyebut, ajang ini harus dimanfaatkan tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membuka peluang kerja sama dan investasi.
“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita ingin Kendari dikenal sebagai kota yang siap, terbuka untuk kerja sama, dan memiliki potensi besar untuk berkembang,” bebernya.

Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto kanan saat mendampingi Wali Kota Siska Karina Imran audensi dengan Kemendagri Tito Karnavian. Foto Andri
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen daerah dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan masyarakat secara luas.
“Ini kerja bersama. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah, DPRD, hingga masyarakat. Kita ingin memberikan kesan terbaik kepada para tamu dari berbagai negara,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan bahwa audiensi dengan Menteri Dalam Negeri dilakukan untuk memastikan dukungan penuh dari pemerintah pusat sekaligus mematangkan berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan.
“Kami ingin memastikan seluruh persiapan berjalan optimal dan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Ini penting agar pelaksanaan UCLG ASPAC dapat berlangsung lancar dan sesuai harapan,” paparnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari telah melakukan berbagai langkah persiapan, mulai dari pembenahan infrastruktur, penataan lingkungan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kata dia, telah diarahkan untuk terlibat langsung.
“Kami sudah menginstruksikan seluruh OPD untuk mengambil peran aktif. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan Kendari siap menjadi tuan rumah kegiatan internasional,” katanya.
Wali Kota Siska juga menekankan pentingnya menjaga citra daerah selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Menurut dia, UCLG ASPAC 2026 menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan potensi Kota Kendari ke tingkat global.
“Kendari harus tampil sebagai kota yang bersih, tertata, dan representatif. Kita ingin memberikan pengalaman terbaik bagi para delegasi yang datang,” urainya.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat pose bersama Kemendagri Tito Karnavian usai audensi di Jakarta. Foto Andri
Adapun Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pertemuan tersebut memberikan sejumlah arahan terkait pentingnya kesiapan menyeluruh dan koordinasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan kegiatan internasional memerlukan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang disiplin.
“Event internasional seperti ini harus dipersiapkan secara detail. Koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama agar semua berjalan lancar,” paparnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya aspek keamanan, kenyamanan, serta pelayanan kepada para tamu yang akan hadir. Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan akan memberikan dampak positif bagi citra daerah dan Indonesia secara keseluruhan.
“Pastikan semua aspek, mulai dari infrastruktur, pengamanan, hingga pelayanan, benar-benar siap. Ini kesempatan untuk menunjukkan kemampuan daerah di mata dunia,” kata Tito.
Untuk diketahui, audiensi tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kejaksaan Negeri, Komandan Pangkalan TNI AL, Komandan Lanud, serta Kepala Bappeda Kota Kendari. Kemudian, UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia Pacific Forum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Mei 2026 di Kota Kendari. (adv)


















Komentar