SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial Pemkot Kendari

Camat Mandonga Genjot PAD Lewat Optimalisasi PBB dan Retribusi Sampah

Camat mandonga 1
Camat Mandonga, Kasman Marewa saat mendistribusikan PBB kepada warga wajib pajak. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, terus menggencarkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta retribusi sampah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen mendukung program pemerintah kota dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah berbasis potensi lokal.

Camat Mandonga, Kasman Marewa, mengungkapkan bahwa penguatan sektor pajak dan retribusi menjadi prioritas pihaknya pada tahun ini. Salah satu langkah konkret yang telah dijalankan adalah pendistribusian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB ke seluruh kelurahan di wilayah administratif Kecamatan Mandonga.

“Kami di Kecamatan Mandonga sudah menyerahkan SPPT PBB ke seluruh kelurahan, seperti Kelurahan Mandonga, Korumba, Labibia, dan Wawombalata. Setelah itu, pihak kelurahan mendistribusikan SPPT tersebut kepada Ketua RT masing-masing untuk selanjutnya disampaikan langsung kepada warga. Ini bagian dari upaya percepatan agar masyarakat bisa lebih cepat melakukan pembayaran,” jelas Kasman saat ditemui usai apel pagi di Kantor Camat, Senin (14/7/2025).

IMG 20250714 WA0032

Camat Mandonga, Kasman Marewa libatkan lurah dan rt saat pendistribusian PBB kepada warga. Foto Andri

Menurutnya, langkah awal ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat proses pembayaran PBB, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban perpajakan sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan wilayah.

“Jika PAD kita meningkat, maka layanan publik pun bisa ditingkatkan. Maka dari itu, kami mendorong warga agar tidak menunda membayar pajak. Kami juga mengimbau RT dan RW untuk aktif dalam mengedukasi warga tentang pentingnya pajak,” paparnya.

Selain sektor pajak, Kasman menyebut retribusi sampah juga menjadi titik perhatian pihak kecamatan. Untuk memastikan pelaksanaan dan pengelolaan retribusi berjalan lebih terarah dan efektif, pihaknya telah membentuk tim penagihan khusus di setiap kelurahan.

“Kami sudah bentuk tim penagihan retribusi sampah yang tersebar di setiap kelurahan. Saat ini program ini telah berjalan di dua kelurahan, yakni Kelurahan Mandonga dan Kelurahan Korumba. Petugas dari tim ini nantinya akan mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan penagihan secara persuasif, sekaligus memberikan edukasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

IMG 20250714 WA0031

Camat Mandonga, Kasman Marewa libatkan lurah dan rt untuk pendistribusian PBB. Foto Andri

Langkah ini, kata Kasman, juga merupakan respons terhadap keluhan warga mengenai tumpukan sampah yang kerap muncul akibat keterbatasan armada atau jadwal pengangkutan. Dengan adanya retribusi yang rutin dibayar, pihaknya dapat mengusulkan peningkatan layanan kebersihan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kendari.

“Semakin tinggi kesadaran warga membayar retribusi, maka semakin besar peluang untuk memperbaiki sistem layanan kebersihan. Ini menjadi sinergi dua arah antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihak kecamatan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja tim penagihan, sekaligus membuka ruang koordinasi dengan para lurah dan RT/RW guna menyelesaikan kendala teknis yang muncul di lapangan, seperti data warga yang belum sinkron, penolakan warga, atau ketidaktahuan terhadap kewajiban membayar retribusi.

IMG 20250714 WA0030

Camat Puuwatu, Kasman Marewa libatkan lurah dan rt pendistribusian PBB kepada warga wajib pajak. Foto Andri

“Kami sadari tidak semua warga memiliki tingkat pemahaman yang sama tentang pentingnya pajak dan retribusi. Maka edukasi tetap kami kedepankan. Pendekatan humanis menjadi kunci, karena tujuannya bukan memaksa, tapi mengajak masyarakat ikut membangun daerahnya,” tegas Kasman.

Ia juga berharap adanya peran aktif tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga kemasyarakatan dalam mendukung program ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menciptakan budaya taat pajak dan gotong royong dalam pengelolaan kebersihan lingkungan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kalau semua elemen bergerak bersama, saya yakin PAD Kecamatan Mandonga bisa naik signifikan, dan masyarakat sendiri yang akan merasakan manfaatnya,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement