KONAWE UTARA, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan melalui pendekatan pengarusutamaan gender.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan lewat pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) tingkat kabupaten yang digelar di Aula Anawai Ngguluri, Rabu (7/5/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi perencanaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Utara ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, hingga Kamis, 8 Mei 2025.
Wakil Bupati Konawe Utara, Abuhaera yang hadir dan membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat sinergi antarsektor demi menciptakan arah pembangunan yang lebih strategis dan berpihak pada semua kelompok masyarakat.
“Perencanaan dan penganggaran responsif gender bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari komitmen moral kita sebagai penyelenggara pemerintahan untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” bebernya.

Wakil Bupati Konawe Utara, Abuhaera saat pose bersama usai membuka pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Foto Andri
Menurut Abuhaera, pengarusutamaan gender harus dilihat sebagai pendekatan strategis yang mampu mendorong efektivitas pembangunan daerah. Ia menilai, tanpa perencanaan yang inklusif, kebijakan pembangunan akan berisiko mengabaikan kebutuhan kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan di Konawe Utara tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga adil secara sosial. Karena itu, kegiatan seperti bimtek ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas perencana di semua OPD,” kata dia.
Ia juga menambahkan, implementasi PPRG yang maksimal akan memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran. Dengan demikian, program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah akan lebih tepat sasaran dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Saya harapkan peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius, memahami materi yang diberikan, dan mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip gender dalam perencanaan dan penganggaran program di OPD masing-masing,” imbuhnya.
Abuhaera menekankan bahwa sinergi lintas sektor dan komitmen bersama sangat dibutuhkan untuk mempercepat capaian indikator-indikator pembangunan yang responsif gender, sejalan dengan visi Kabupaten Konawe Utara sebagai daerah yang sejahtera dan berdaya saing.
“Kolaborasi semua pihak adalah kunci keberhasilan. Tidak cukup hanya satu-dua OPD saja yang paham PPRG, tetapi harus menyeluruh. Harus ada kesadaran bersama bahwa ini adalah tanggung jawab kolektif kita,” tegasnya.

Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Foto Andri
Lebih jauh, Wakil Bupati juga berharap kegiatan ini mampu menghasilkan rumusan dan rekomendasi strategis yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga aplikatif di lapangan. Ia menilai, keberhasilan PPRG akan terlihat dari seberapa besar perubahan nyata yang bisa dirasakan masyarakat dalam pelayanan publik maupun pembangunan fisik.
“Saya berharap akan lahir rekomendasi konkret dari bimtek ini. Rekomendasi yang bisa diterjemahkan menjadi program kerja dan kegiatan nyata dalam mendukung pembangunan berbasis gender dan perlindungan terhadap kelompok rentan di Konawe Utara,” ujar Abuhaera.
Dengan demikian, Abuhaera menegaskan kembali komitmennya sebagai Wakil Bupati untuk terus mendorong OPD meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran yang adil dan inklusif. Ia menyampaikan bahwa pembangunan yang mengedepankan keadilan sosial adalah kunci mewujudkan Konawe Utara yang maju secara ekonomi dan kuat secara sosial.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik. Kita ingin masyarakat Konawe Utara tidak hanya hidup dalam kesejahteraan, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional. Itu semua hanya bisa dicapai jika kita membangun dengan cara yang benar dan berpihak,” tandasnya. (adv)


















Komentar