SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik

Bersinar di Debat Terakhir: Ruksamin-Sjafei Usung Hilirisasi SDA dan Ekonomi Berkeadilan

IMG 20241124 WA0018
Pasangan Ruksamin-Sjafei saat mengikuti debat terakhir Pilgub Sultra. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruksamin-Sjafei, kembali menunjukkan performa gemilang dalam debat terakhir Pemilihan Gubernur Sultra 2024 yang berlangsung di Aula Claro Hotel Kendari. Debat ketiga ini mengangkat tema strategis, yakni “Pengelolaan Sumber Daya Alam, Pelestarian Lingkungan, dan Penegakan Hukum yang Bermartabat.”

Dalam pemaparannya, Ruksamin-Sjafei menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat fondasi ekonomi Sultra dengan memanfaatkan keunggulan sumber daya alam (SDA) yang berlimpah sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Pasangan nomor urut 1 itu menawarkan strategi yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah SDA guna mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan daerah, dan menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Sultra.

Dalam kesempatan itu, Ruksamin menyoroti pentingnya mengoptimalkan peluang Sultra dalam mendukung visi Astacita ke-5 Presiden Prabowo Subianto. Ia berkomitmen untuk melanjutkan hilirisasi SDA, terutama pada sektor mineral dan industri pengolahan, agar nilai tambah dapat dirasakan secara maksimal di dalam negeri.

“Sektor ini harus menjadi lokomotif utama pembangunan ekonomi kita. Hilirisasi mineral nikel, pemanfaatan aspal Buton untuk kemandirian nasional, hingga pengembangan kawasan strategis pariwisata Wakatobi adalah langkah konkret yang harus diwujudkan,” ungkap Ruksamin, Minggu (24/11/2024).

Menurutnya, terdapat delapan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas di Sultra, termasuk pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan, serta optimalisasi potensi alam lainnya yang tersebar di seluruh wilayah provinsi.

Dengan visi besar “Sultra Pusat Energi Dunia: Maju, Madani, dan Berkeadilan,” Ruksamin yakin Sultra mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui penguatan konektivitas antarwilayah dan percepatan realisasi investasi. Tak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi berbasis SDA, pasangan ini juga mengedepankan transformasi menuju ekonomi hijau dan biru yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 dan Visi Indonesia 2045.

“Kita harus membangun Sultra menjadi pusat energi dunia dengan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi. Namun, hal ini harus dilakukan tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan,” tegasnya.

Dalam hal pelestarian lingkungan dan penegakan hukum, Ruksamin-Sjafei menekankan pentingnya pendekatan berbasis sinergi lintas kewenangan. Hal ini diharapkan mampu mengurangi keresahan masyarakat terkait dampak negatif pengelolaan SDA, seperti konflik sosial, ancaman kesehatan, dan kerusakan lingkungan.

“Penegakan hukum harus mendukung pembangunan dan investasi, namun tetap menjunjung tinggi perlindungan hak-hak masyarakat. Dengan pendekatan Pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media, kita bisa memastikan pembangunan berjalan berkeadilan,” tandasnya.

Penampilan Ruksamin-Sjafei dalam debat ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dengan strategi yang terukur dan visi besar untuk Sultra, pasangan ini kian mengukuhkan posisi sebagai salah satu kandidat terkuat untuk memimpin Sultra pada periode 2025-2030.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement