MUNA BARAT, TERASSULTRA.COM – Malam takbiran di wilayah hukum Polsek Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), diwarnai insiden pengeroyokan terhadap tiga anggota Polri, Minggu (30/3/2025) sekitar pukul 23.30 WITA. Dalam insiden tersebut, dua anggota TNI yang sedang cuti diduga terlibat, bersama sejumlah pemuda yang kini telah diamankan pihak kepolisian.
Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy, melalui Kasi Humas Ipda Baharuddin membenarkan kejadian tersebut.
“Terjadi pemukulan terhadap tiga anggota Polri di wilayah hukum Polsek Tiworo Tengah yang dilakukan oleh dua anggota TNI yang sedang cuti serta beberapa masyarakat,” kata Ipda Baharuddin dalam keterangan resminya.
Korban dalam insiden ini diketahui merupakan dua anggota Polsek Tiworo Tengah, yakni Bripda Hendi dan Briptu Rendi Supriadi, serta satu anggota Brimobda Sultra, Bripda Adi Maha Putra.
Lebih lanjut, Ipda Baharuddin mengungkapkan bahwa dua oknum TNI yang diduga terlibat berasal dari dua satuan berbeda.
“Salah satunya, Serda AN, bertugas di Den Intel Korem Palu, sementara satu lagi, Pratu R, bertugas di Kodim Kendari,” ujarnya.
Selain dua oknum TNI tersebut, Polres Muna juga telah mengamankan sembilan orang dari kalangan masyarakat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Sembilan orang ini masih dalam proses lidik (penyelidikan). Mereka sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Subdenpom XIV/3-3, Letda CPM Darwis, yang dikonfirmasi mengenai penanganan kasus ini menyatakan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Kami masih menunggu petunjuk dari Dandim,” katanya singkat.
Di sisi lain, Danrem 143 Halu Oleo, Brigjen TNI R Wahyu Sugiarto, menepis adanya tindakan pengeroyokan. Menurutnya, kejadian tersebut hanya sebatas perdebatan yang dipicu kesalahpahaman.
“Tidak ada penganiayaan, hanya kesalahpahaman. Mereka hanya berdebat,” tegasnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan awal, kejadian ini melibatkan individu-individu yang ternyata memiliki hubungan pertemanan sejak SMA.
“Hasil pemeriksaannya ternyata tidak seperti itu, mereka ini kawan SMA. Jadi ada salah paham saja,” tambah Brigjen Wahyu.
Saat ditanya mengenai keterlibatan dua oknum TNI, ia membenarkan bahwa salah satunya berasal dari Kodim Kendari dan satu lagi dari Sulawesi Tengah.
“Anggota dari Kodim Kendari sebenarnya hanya melerai, sementara yang dari Sulawesi Tengah memang tentara luar, bukan anggota saya. Tapi kasus ini sudah diselesaikan,” tandasnya.
Untuk diketahui, meski pihak TNI menyebut insiden ini hanya kesalahpahaman, Polres Muna memastikan kasus ini tetap akan didalami. Kepolisian ingin memastikan fakta yang sebenarnya, termasuk kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Penulis: Andri


















Komentar