KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae memastikan proyek strategis pembangunan Bendungan Laiba di Desa Laiba, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, akan memasuki tahap peletakan batu pertama pada akhir April 2025. Proyek ini diyakini akan menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Ridwan mengungkapkan, proses lelang telah rampung dan pemenang tender sudah ditetapkan. Bahkan, pihak kontraktor telah melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah desa setempat sebagai bagian dari persiapan lapangan.
“Laiba itu sudah masuk tahap pelaksanaan fisik. Proses tender selesai, pemenangnya sudah ada, dan pemborongnya sudah bertemu langsung dengan kepala desa. Informasinya, peletakan batu pertama akan dilakukan akhir April,” kata Ridwan kepada wartawan, Senin (15/4/2025).
Politisi senior Partai Golkar ini juga meminta dukungan penuh dari masyarakat sekitar agar pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan. Ia menegaskan bahwa proyek ini dibangun untuk kepentingan publik, khususnya para petani yang selama ini sangat bergantung pada sistem irigasi.
“Jangan ada lagi masyarakat yang menghalangi. Kalau masih ada usaha-usaha penghambatan, saya minta itu dihentikan. Proyek ini ujung-ujungnya untuk masyarakat juga,” tegasnya.
Ridwan menambahkan, lahan yang terdampak akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pemiliknya, terutama karena bendungan ini akan mendukung peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kalaupun ada lahan yang terkena dampak, pada akhirnya bendungan ini akan menguntungkan masyarakat, terutama kalangan petani. Mereka yang sekarang berkorban akan menjadi pihak yang paling diuntungkan ke depan,” tandasnya.
Untuk diketahui, Pembangunan Bendungan Laiba merupakan bagian dari program infrastruktur nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan air dan pangan di kawasan timur Indonesia. Proyek ini juga menjadi harapan besar bagi masyarakat Muna dalam menghadapi tantangan kekeringan dan krisis irigasi yang kerap melanda wilayah tersebut.
Penulis: Andri


















Komentar