SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Banjir Kembali Rendam Kali Wanggu, BPBD Kendari Dirikan Tenda Pengungsi dan Salurkan Bantuan

Bpbd 1 1
Pemkot Kendari melalui BPBD saat melakukan evakuasi korban banjir di Kali Wanggu, Kecamatan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sabtu (9/5/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari sejak Sabtu siang hingga malam kembali memicu banjir di kawasan bantaran Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Sabtu, 9 Mei 2026.

Air sungai yang meluap merendam rumah-rumah warga, memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Genangan air mulai naik menjelang petang setelah intensitas hujan meningkat di sejumlah wilayah Kota Kendari. Warga yang bermukim di sekitar aliran Sungai Wanggu tampak berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi. Beberapa keluarga bahkan harus dievakuasi menggunakan bantuan aparat gabungan dan relawan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Sejumlah personel BPBD bersama unsur TNI, Polri, Dinas Sosial, dan relawan diterjunkan ke lokasi banjir untuk membantu proses evakuasi serta mendirikan tenda pengungsian bagi warga terdampak.

IMG 20260509 WA00631 1

Pemkot Kendari melalui BPBD saat melakukan evakuasi korban banjir di Kali Wanggu, Sabtu (9/5/2026). Foto Andri

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan sejak sore hari setelah menerima laporan debit air Sungai Wanggu terus meningkat akibat hujan berkepanjangan.

“Penanganan dan pertolongan warga terdampak sudah kami lakukan sejak sore tadi. Kami memastikan tenda pengungsi dan tenda sosial terpasang, lampu penerangan tersedia, serta kebutuhan air bersih malam ini bisa terpenuhi,” kata Cornelius saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu malam.

Menurut dia, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Kendari untuk menyalurkan bantuan logistik dan makanan siap saji.

“Permakanan dari Dinas Sosial sudah mulai disalurkan malam ini untuk warga yang mengungsi. Kami juga menyiapkan kebutuhan darurat lainnya seperti selimut, air bersih, dan perlengkapan dasar bagi anak-anak maupun lansia,” bebernya.

Di sejumlah titik, banjir dilaporkan mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa. Arus air yang cukup deras membuat aktivitas warga lumpuh sementara. Sebagian ruas jalan di kawasan Lepo-Lepo juga sulit dilalui kendaraan karena tertutup genangan.

IMG 20260509 WA0060

Pemkot Kendari melalui BPBD saat melakukan evakuasi korban banjir di Kali Wanggu, Kendari, Sabtu (9/5/2026). Foto Andri

Bagi warga sekitar Kali Wanggu, banjir bukan lagi peristiwa yang asing. Hampir setiap musim penghujan tiba, kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah yang paling rentan terdampak luapan sungai. Kondisi permukiman yang berada di dataran rendah dan tepat di bantaran sungai membuat banjir kerap datang berulang.

Cornelius mengakui persoalan banjir di kawasan Sungai Wanggu merupakan masalah lama yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan. Pemkot Kendari, kata dia, sebenarnya telah berupaya melakukan penataan kawasan bantaran sungai sejak beberapa tahun terakhir, termasuk menawarkan relokasi kepada warga yang tinggal di daerah rawan genangan.

“Sejak pemerintahan sebelumnya, zaman Pak Sulkarnain, kawasan sekitar Sungai Wanggu ini sudah diupayakan penanganannya. Warga yang tinggal di daerah rawan genangan diminta pindah dan pemerintah siap membebaskan lahan masing-masing warga. Namun sebagian warga memilih tetap bertahan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keputusan sebagian warga untuk tetap tinggal di bantaran sungai membuat risiko banjir sulit dihindari ketika curah hujan tinggi terjadi dalam waktu lama. Karena itu, BPBD kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan mengingat potensi hujan lebat masih cukup tinggi di wilayah Kota Kendari.

“Kami minta warga tetap siaga, terutama yang tinggal dekat aliran sungai. Jika debit air mulai naik, segera mengungsi ke tempat aman dan jangan menunggu kondisi semakin parah,” katanya.

IMG 20260509 WA0062 scaled

Pemkot Kendari melalui BPBD saat mendirikan pengungsian korban banjir di Kali Wanggu, Kendari, Sabtu (9/5/2026). Foto Andri

Sementara itu, suasana pengungsian pada Sabtu malam terlihat dipenuhi warga yang membawa anak-anak dan perlengkapan seadanya. Beberapa warga tampak masih cemas karena hujan belum sepenuhnya reda. Sejumlah relawan membantu menyiapkan alas tidur dan makanan hangat bagi pengungsi.

Seorang warga Lepo-Lepo, Rahman, mengatakan banjir kali ini datang cukup cepat setelah hujan turun sejak siang. Ia mengaku harus segera memindahkan barang elektronik dan dokumen penting sebelum air masuk ke dalam rumah.

“Air naik cepat sekali. Awalnya cuma di halaman, tidak lama kemudian sudah masuk rumah. Kami langsung angkat barang-barang dan bawa anak-anak keluar,” paparnya.

Rahman berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi permanen agar banjir tidak terus berulang setiap tahun. Menurut dia, masyarakat di sekitar Kali Wanggu hidup dalam kekhawatiran setiap kali hujan deras mengguyur Kota Kendari.

“Kami ini tiap hujan besar pasti waswas. Kalau malam hujan deras, tidak bisa tidur nyenyak karena takut air tiba-tiba naik,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement