KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas dan La Ode Ida (LA-IDA) dengan nomor urut 3 melakukan kampanye dialogis di Kelurahan Lowu-lowu, Kecamatan Lealea, Kota Bau-Bau, Jumat 11 Oktober 2024.
Dalam kesempatan itu, La Ode Ida (IDA) mengatakan bahwa masyarakat harus cerdas memilih pemimpin dalam pesta demokrasi yang lima kali setahun itu.
“Kita mesti lihat rekam jejaknya, apa yang kita dibuat saat diberikan amanah sebelumnya, saya waktu di DPD RI sudah berbuat banyak untuk Sultra bahkan nasional,” katanya.
“Saat saya duduk di DPD RI bahkan diamanahkan menjadi Wakil Ketua DPD RI, apa yang saya perbuat salah satunya pemekaran Buton Tengah, Buton Selatan dan Muna Barat,” tambahnya.
Tak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa saat itu pihaknya memperjuangkan pemekaran Kabupaten Buton Tengah dan Buton Selatan untuk memenuhi persyaratan administratif pemekaran provinsi Kepton.
“Saat itu saya di DPD RI, pemekaran Buton Tengah dan Buton Selatan terus saya suarakan dan perjuangkan, agar Provinsi Kepton bisa memenuhi syarat,” jelasnya.
“Sekarang dan kemarin-kemarin pasca saya tidak menjabat lagi, tidak ada perwakilan kita di parlemen pusat maupun pemerintah daerah yang serius untuk memperjuangkan itu,” ungkapnya.
“Dan jika kami diberikan amanah, LA-IDA berkomitmen untuk kembali memperjuangkan pemekaran Provinsi Kepton dan ini menjadi prioritas kami kedepannya,” tambahnya.
Tak hanya itu saat duduk di DPD RI pihaknya juga memperjuangkan aspal Buton hingga terbit permen PUPR. Dengan adanya permen tersebut harusnya aspal Buton bisa digunakan secara nasional.
“Namun, hal ini tidak bisa terlaksana pasca saya tidak menjabat atau tidak ada lagi perwakilan kita di pusat yang serius untuk memperjuangkan ini,” bebernya.
IDA menegaskan jika diberikan amanah akan memaksimalkan potensi aspal Buton.
“Jika diberikan amanah, apa yang pernah saya perjuangkan di DPD RI hingga terbitnya permen PUPR untuk menggunakan aspal Buton secara nasional kita akan maksimalkan kembali,” katanya.
Menutup sambutannya, IDA juga menyebutkan bahwa saat di DPD RI, pihaknya juga turut terlibat memperjuangkan tenaga honorer.
“Dan untuk itu jika pihaknya diberikan amanah, Kesejahteraan pegawai juga menjadi salah satu prioritasnya,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar