KENDARI, TERASSULTRA.COM – Arus mudik Lebaran 2025 melalui jalur laut di Kota Kendari menunjukkan tren peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari mencatat total penumpang yang berangkat dan tiba melalui Pelabuhan Nusantara Kendari selama periode H-10 hingga H+10 Idulfitri 1446 H mencapai 35.120 orang.
Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 7 persen dibandingkan data pada tahun 2024 yang tercatat sebanyak 32.677 penumpang.
Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Raman, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini merupakan indikator positif pulihnya mobilitas masyarakat pasca-pandemi serta semakin membaiknya kepercayaan terhadap layanan transportasi laut.
“Total penumpang dari H-10 sampai H+10 itu berjumlah 35.120 orang. Ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 7 persen dibandingkan tahun lalu. Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar,” Sabtu (12/4/2025).
Menurutnya, arus penumpang terbanyak masih terpusat di Pelabuhan Nusantara Kendari, yang menjadi simpul utama konektivitas laut di wilayah Sulawesi Tenggara, baik untuk jalur antar kabupaten maupun antar provinsi.
“Pelabuhan Nusantara Kendari masih menjadi titik terpadat selama arus mudik dan balik tahun ini. Aktivitas penumpang sangat tinggi, terutama pada puncak mudik H-3 dan puncak arus balik H+3,” jelasnya.
Meski proses pengangkutan berlangsung relatif lancar, Capt. Rahman menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur pelabuhan, baik dari sisi sarana fisik maupun sistem layanan digital seperti tiket online.
“Mungkin yang perlu dievaluasi adalah sarana dan prasarana. Ke depan, harus lebih ditingkatkan lagi, apalagi jika jumlah penumpang terus meningkat setiap tahun,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem tiket online sebagai bagian dari digitalisasi layanan transportasi laut. Menurutnya, keberadaan tiket online sangat membantu dalam mengurangi antrean, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta mencegah praktik percaloan.
“Tiket online sangat penting dan perlu terus dikembangkan. Tahun depan kita harapkan penerapannya lebih maksimal, agar semua masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan transportasi laut secara transparan dan adil,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Capt. Raman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran 2025. Menurutnya, kolaborasi antara KSOP, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat kepolisian, TNI, Basarnas, serta instansi teknis lainnya menjadi kunci sukses dalam menghadapi lonjakan penumpang.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Mulai dari pengamanan, pengawasan hingga pelayanan di lapangan semua berjalan dengan sangat baik. Ini bukti sinergi yang solid,” jelasnya.
Tantangan ke depan, kata dia, adalah bagaimana pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat beradaptasi dengan tren kenaikan jumlah pemudik setiap tahun. Untuk itu, perlu perencanaan yang lebih matang sejak jauh hari, termasuk penyediaan kapal tambahan, perbaikan fasilitas dermaga, ruang tunggu, hingga sistem digital pendukung lainnya.
“Jika kita ingin menghadirkan pelayanan publik yang prima di sektor transportasi laut, maka kita harus mulai dari sekarang menyiapkan segala sesuatunya. Lonjakan penumpang adalah tantangan, tapi juga peluang untuk memperbaiki sistem,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar