SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Apresiasi Peluncuran Wekoila Online, DPRD Kota Kendari: Layanan Digital untuk Warga dan Pelestarian Nilai Budaya

FB IMG 1750298163346
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, La Ode Muhammad Inarto saat pose bersama usai menghadiri peluncuran aplikasi Wekoila Online. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, dan Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik memberikan apresiasi Pengadilan Agama Kota Kendari atas peluncuran aplikasi Wekoila Online.

Ia menilai bahwa Wekoila Online bukan hanya mempermudah layanan hukum dan peradilan agama, melainkan juga menjadi simbol inovasi pelayanan publik berbasis teknologi demi kepentingan masyarakat Kota Kendari.

“Peluncuran Wekoila Online adalah langkah maju dan patut diacungi jempol. Dengan adanya 12 fitur layanan dalam satu platform dan bisa diakses kapan saja, masyarakat bisa mengurus keperluan peradilan agama mereka lebih cepat dan praktis. Ini bentuk nyata reformasi birokrasi dan pelayanan prima,” ungkapnya saat ditemui di gedung DPRD, Kamis (19/6/2025).

La Ode Muhammad Inarto juga menyinggung makna kultural dari penamaan Wekoila. Dalam bahasa Tolaki, Wekoila berarti sosok perempuan yang cantik, arif, dan bijaksana.

“Saya kira penggunaan nama ini bukan sekadar kosmetik. Selain mengandung filosofi kearifan lokal Tolaki, Wekoila juga bisa menjadi inspirasi bahwa layanan publik harus seperti perempuan bijaksana melayani sepenuh hati, mendengar, dan memberi solusi. Dengan membawa nilai budaya dalam pelayanan peradilan agama, ini sekaligus bentuk pelestarian nilai-nilai lokal Kota Kendari,” tambahnya.

La Ode Muhammad Inarto lebih lanjut mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan Wekoila Online agar pelayanan peradilan agama lebih transparan dan mudah diakses.

“Sebagai wakil rakyat dari dapil Kecamatan Kadia dan Kecamatan Wua-Wua, saya mengajak seluruh warga Kota Kendari, khususnya yang memerlukan layanan peradilan agama, agar segera memanfaatkan aplikasi Wekoila Online. Dengan sekali klik, semua kebutuhan layanan bisa diakses lebih cepat dan pasti lebih hemat waktu,” imbuhnya.

FB IMG 1750298159230

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto saat menghadiri peluncuran aplikasi Wekoila Online. Foto Andri

Pengadilan Agama Kota Kendari sendiri memastikan bahwa Wekoila Online sudah didukung sistem keamanan data dan fitur komunikasi langsung untuk menjawab kebutuhan konsultasi hukum. Selain itu, sosialisasi akan terus digencarkan agar layanan ini benar-benar merata hingga ke pelosok Kota Kendari.

“Kita ingin menjadikan Wekoila Online sebagai platform terpercaya dan ramah pengguna, sehingga warga betul-betul merasakan manfaatnya,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik juga memberikan apresiasi langkah strategis Pengadilan Agama Kota Kendari. Ia berpendapat bahwa pelayanan peradilan harus bisa mengikuti kemajuan zaman agar lebih efektif dan transparan.

“Wekoila Online adalah contoh konkret inovasi pelayanan hukum. Masyarakat kita kini bisa mengakses informasi perkara, konsultasi, hingga layanan lainnya hanya melalui gawai. Selain lebih hemat waktu dan biaya, ini juga menumbuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan,” kata Rajab.

Politisi yang dikenal kritis dan responsif ini juga menekankan bahwa pihaknya di Bapemperda siap memberi dukungan regulasi untuk mendorong integrasi pelayanan digital dalam peraturan daerah.

“Tugas kami di Bapemperda adalah menciptakan produk hukum yang mendukung implementasi layanan digital di lingkup Pemkot Kendari. Kami harap inovasi seperti ini bisa menjadi contoh untuk OPD lain agar lebih kreatif dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.

FB IMG 1750299344445

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto saat menyaksikan peluncuran aplikasi Wekoila Online. Foto Andri

Sebelumnya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kendari, Damsir mengatakan nama Wekoila bukan sekadar penamaan biasa. Dalam bahasa daerah Kendari, “Wekoila” melambangkan sosok perempuan cantik, arif, dan bijaksana, cerminan pemimpin ideal yang mengayomi dan melayani dengan hati. Filosofi inilah yang kemudian diangkat sebagai identitas digital dalam pelayanan hukum berbasis teknologi.

“Wekoila Online bukan sekadar aplikasi, tapi simbol perubahan. Ia kami ibaratkan sebagai sosok perempuan terbaik, lembut namun kuat, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan menjadi tempat masyarakat menggantungkan harapan pelayanan yang manusiawi dan mudah diakses,” bebernya.

Damsir menjelaskan, ke-12 fitur layanan yang terintegrasi dalam Wekoila Online merupakan hasil proses panjang inovasi yang sebagian telah dijalankan selama beberapa waktu.

“Ini bukan sekadar gebrakan instan. Sebagian fitur dalam aplikasi ini sudah lebih dulu digunakan dan terbukti efektif. Hari ini, semuanya kami satukan dalam satu sistem terpadu agar pelayanan kepada masyarakat makin efisien, cepat, dan transparan,” jelasnya.

Ia menilai peluncuran Wekoila Online sebagai langkah maju Pengadilan Agama dalam merespons tantangan keterbukaan informasi dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang efisien.

“Kami ingin pelayanan hukum tidak lagi terkesan rumit dan berbelit. Dengan Wekoila, masyarakat bisa mengakses layanan secara mudah, cepat, dan tentu saja tetap menjaga prinsip keadilan,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement