KENDARI, TERASSULTRA.COM – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mengapresiasi peningkatan layanan dan infrastruktur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari. Namun, lembaga legislatif itu juga mencatat sejumlah persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan lahan parkir hingga sistem drainase yang dinilai perlu segera dibenahi.
Apresiasi sekaligus catatan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi III DPRD Kendari ke RSUD Kota Kendari, Selasa, 7April 2026.
Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar, mengatakan peningkatan infrastruktur rumah sakit mulai terlihat, terutama pada fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang kini dinilai lebih representatif.
“Dulu IGD itu sempit dan membuat pengunjung tidak nyaman. Sekarang sudah jauh lebih luas dan tertata. Karena telah dibangunkan IGD baru. Orang yang masuk tidak lagi merasa sumpek,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon whatsappnya, Rabu (8/4/2026) malam.
Ia bahkan menyebut suasana di ruang IGD yang baru tidak lagi mencerminkan kesan rumah sakit yang padat dan menekan.
“Sekarang ketika berada di dalam, suasananya lebih lega. Tidak seperti sebelumnya yang membuat orang justru tambah tidak nyaman,” bebernya.
Selain IGD, DPRD juga menyentil kesiapan Unit Pengelola Darah (UPD) di RSUD Kendari. Menurut La Ode Ashar, fasilitas dan peralatan UPD yang dimiliki rumah sakit tersebut sudah setara dengan lembaga penyedia darah seperti Palang Merah Indonesia (PMI).
“Peralatan UPD sudah cukup baik. Harapannya ke depan masyarakat tidak lagi khawatir soal ketersediaan darah,” kata dia.

Komisi III DPRD Kota Kendari saat pose bersama dengan pihak RSUD Kota Kendari. Foto Andri
Secara umum, politikus Golkar itu menilai pelayanan di RSUD Kota Kendari mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Ia berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut di bawah kepemimpinan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan Wakil Wali Kota Sudirman.
“Pelayanan sudah jauh lebih baik. Ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkapnya.
Namun demikian, DPRD mencatat sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah, terutama terkait infrastruktur pendukung. Salah satunya adalah keterbatasan lahan parkir yang dinilai tidak lagi memadai seiring meningkatnya jumlah pasien dan pengunjung.
Selain itu, persoalan akses jalan dan sistem drainase di lingkungan rumah sakit juga menjadi perhatian. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan kelancaran pelayanan jika tidak segera ditangani.
“Ada keluhan soal parkir, jalan, dan drainase. Ini harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kenyamanan pasien dan pengunjung,” urainya.
La Ode Ashar menegaskan, DPRD akan mendorong pemerintah kota untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk melalui penganggaran dalam perubahan APBD 2026 jika belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Keluhan ini akan kami sampaikan ke Wali Kota. Kalau belum bisa ditangani sekarang, kita dorong masuk dalam APBD Perubahan,” jelasnya.
Pada dasarnya, peningkatan layanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Karena itu, DPRD berkomitmen untuk terus mengawal penguatan fasilitas dan kualitas pelayanan di RSUD Kendari.
“Peningkatan pelayanan ini sangat terasa dan memang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami tentu akan terus mendorong agar ini bisa lebih maksimal,” tutup La Ode Ashar.

Plt Direktur RSUD Kota Kendari, drg. Fauziah saat memberikan keterangan. Foto Andri
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Kendari, drg. Fauziah, menyambut baik masukan dari DPRD sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan rumah sakit.
Menurut Fauziah, pihaknya terus berupaya membenahi berbagai aspek pelayanan, termasuk infrastruktur pendukung yang menjadi perhatian DPRD.
“Kami terbuka terhadap masukan dari DPRD. Ini menjadi bagian dari evaluasi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejumlah perbaikan memang masih diperlukan, terutama pada fasilitas pendukung seperti area parkir dan sistem drainase yang terdampak peningkatan jumlah pasien.
“Kami akui masih ada keterbatasan, khususnya pada parkir dan drainase. Namun secara bertahap kami terus melakukan pembenahan agar pelayanan tetap optimal,” jelasnya.
Fauziah menegaskan, RSUD Kendari berkomitmen menjaga mutu pelayanan kesehatan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis yang cepat dan berkualitas.
“Bagi kami, keselamatan dan kenyamanan pasien tetap menjadi prioritas utama. Semua pembenahan yang dilakukan mengarah ke sana,” tandasnya. (adv)


















Komentar