KENDARI, TERASSULTRA.COM – Mantan aktivis 98, Adian Napitupulu, menyampaikan apresiasi terhadap penampilan pasangan calon (paslon) Laode Ida dan pasangannya (LA-IDA) dalam debat ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara 2024. Apresiasi tersebut disampaikan Adian dalam konferensi pers yang digelar usai debat di Claro Hotel Kendari.
Menurut Adian, gagasan yang diusung oleh LA-IDA dalam debat bertema “Pengelolaan Sumber Daya Alam, Pelestarian Lingkungan, dan Penegakan Hukum yang Bermartabat” menunjukkan sikap tegas terhadap independensi kepala daerah, terutama dalam hubungan dengan korporasi tambang.
“Dari pemaparan Bang Laode Ida, saya menangkap pesan yang sangat jelas: jangan memilih calon kepala daerah yang memiliki hubungan erat dengan pengusaha tambang,” beber Adian kepada awak media.
Adian menilai, seorang kepala daerah harus berdiri independen dalam mengambil keputusan, tanpa terikat oleh kepentingan korporasi. Hal ini, menurutnya, menjadi kunci utama untuk memastikan kebijakan pemerintah berpihak kepada rakyat dan lingkungan.
“Jika gubernur dan wakil gubernur tidak memiliki keterkaitan dengan korporasi, mereka bisa mengambil keputusan dengan mandiri. Namun, jika ada hubungan kuat dengan pengusaha tambang, keberpihakan akan berubah, dan itu sangat berbahaya bagi Sultra,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan bahaya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan tambang. Menurutnya, hubungan semacam itu hanya akan merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.
“Korban dari kerjasama semacam itu pasti rakyat dan alam. Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi di Sultra,” ungkap Adian.
Penampilan LA-IDA dalam debat ketiga ini dinilai mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan strategis yang dihadapi Sultra, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam secara berkeadilan. Adian menilai, sikap tegas terhadap hubungan dengan korporasi menunjukkan integritas yang tinggi dari paslon ini.
Sebagai salah satu tokoh reformasi, Adian berharap masyarakat Sultra dapat memilih pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat, lingkungan, dan masa depan daerah, tanpa terpengaruh oleh kepentingan korporasi besar.
Dengan pesan kuat yang disampaikan dalam debat, LA-IDA semakin mengukuhkan posisinya sebagai paslon yang membawa semangat perubahan dan kemandirian bagi Sultra.
Penulis: Andri


















Komentar