SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum

AP2 Sultra Gelar Open Donasi untuk Dukung Kejati Berantas Kasus Korupsi Pendidikan dan Kesehatan

Ap2
Istimewa

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Upaya pemberantasan korupsi dan pungutan liar (Pungli) di Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat dukungan tidak biasa.

Aliansi Pelajar dan Pemuda (AP2) Sultra menginisiasi gerakan open donasi untuk membantu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra dalam menjalankan operasi pemberantasan korupsi, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Ketua Umum AP2 Sultra, Fardin Nage, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya praktik pungli dan dugaan korupsi yang justru terjadi di sektor vital. Menurutnya, dunia pendidikan dan kesehatan seharusnya steril dari praktik busuk seperti itu, karena menyangkut hak dasar masyarakat.

“Kami membuka open donasi sebagai bentuk kepedulian sekaligus tekanan moral agar Kejati Sultra lebih maksimal dalam memberantas pungli dan korupsi. Donasi ini bukan sekadar uang, tapi simbol perlawanan terhadap praktik korupsi di sektor pendidikan dan kesehatan yang seharusnya menjadi ladang pelayanan, bukan ladang bisnis,” tegasnya, Rabu (20/8/2025).

Ia menambahkan, inisiatif ini juga menjadi sindiran keras terhadap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum yang kerap dinilai lamban dalam menuntaskan kasus korupsi. AP2 Sultra bahkan menyebut open donasi itu ditujukan untuk biaya operasional dan kebutuhan algojo dalam memberangus kasus-kasus korupsi dan pungli.

“Kalau aparat kekurangan biaya untuk turun ke lapangan, maka biarlah masyarakat yang membantu. Kami tidak ingin lagi mendengar alasan klasik soal keterbatasan anggaran, sementara rakyat terus jadi korban pungli dan korupsi,” ungkapnya.

Dengan demikian, pihaknya berharap langkah tersebut bisa menjadi momentum agar penindakan terhadap praktik korupsi di Sultra tidak lagi setengah hati.

“Kami ingin mengirim pesan tegas: jangan main-main dengan hak rakyat. Pendidikan dan kesehatan adalah urusan hidup orang banyak. Bila ada oknum yang masih berani bermain, maka rakyatlah yang akan berdiri di barisan paling depan untuk melawan,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement