SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik

Ambisi Nur Alam di Pemilu, Istri Disiapkan Jadi Gubernur dan Putrinya Jadi Walikota Kendari

IMG 20240330 WA0017
Nur Alam bersama Istri (Tina Nur Alam) dan putrinya, Sitya Giona Nur Alam saat pose bersama usai melaksanakan buka puasa bersama. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ambisi Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam dalam mengahadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diselenggarakan pada 27 November tidak main-main.

Pasalnya mantan Gubernur dua periode itu menyiapkan istrinya, Tina Nur Alam untuk menjadi Gubernur Sultra periode 2024-2029 nanti. Kemudian mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menyiapkan putrinya, Giona Sitya Nur Alam sebagai Walikota Kendari.

Nur Alam menjelaskan bahwa Tina Nur Alam memiliki empat kriteria sehingga layak menduduki tahta Gubernur Sultra. Pertama, Tina Nur Alam pernah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 20 tahun. Dua, pernah menjadi anggota DPRI dua periode sehingga koordinasinya dengan pemerintah pusat terjalin dengan baik.

Tiga, pernah menjadi istri gubernur kurang lebih 10 tahun. Dan ia memastikan bahwa hal itu tidak pernah dimiliki oleh bakal calon lain.

“Jadi sebetulnya ketika dilihat dari pengalaman dan dedikasi kesabaran dan keteguhannya Ibu Tina bisa langsung dilantik sebagai Gubernur. Karena dia sudah sangat terlatih tetapi prosesnya harus melalui pemilihan,” jelasnya saat melaksanakan buka puasa, Jumat (29/3/2024).

Empat, Tina Nur Alam sabar dan setia. Ketika seseorang memiliki kesabaran dan kesetiaan maka akan bisa membawa perahu besar dan memberikan kesejahteraan bagi pengikutnya terutama rakyatnya. Tapi sebaliknya ketika pemimpin tidak sabar, tidak setia pasti yang disejahterakan adalah dirinya sendiri.

“Ini sudah gejala umum pasti terjadi dimana-mana,” tegasnya.

Selanjutnya, Nur Alam menjelaskan bahwa putrinya, Giona Sitya Nur Alam juga layak menjadi Walikota Kendari periode 2024-2029. Pasalnya, putri sulungnya itu memiliki kepribadian bagus, pendidikan yang cukup dan lain sebagainya.

“Guru mereka (Tina Nur Alam, Sitya Giona, red) adalah saya. Siang malam saya ajarkan mereka dan saya bimbing dan arahkan mereka untuk keselamatan dan keberhasilan dalam pemerintahan,” ungkapnya.

Pada dasarnya dirinya tidak menginginkan pemimpin-pemimpin di daerah ini mengalami hal serupa seperti dirinya. Dengan pengalaman yang ada sudah cukup untuk menjadi king maker untuk mereka.

“Semua pengalaman dan pemikiran saya kerahkan semua sehingga dapat mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nur Alam menyampaikan, istri dan anaknya bersamaan maju, karena Pilkada digelar secara serentak. Namun menurutnya hal itu bukan rakus dengan kekuasaan. Apalagi dirinya tidak menerapkan soal kerakusan mulai dari kehidupan biasa sampai jadi gubernur tidak pernah rakus.

“Ibunya maju sebagai calon gubernur dan anaknya maju sebagai calon Walikota Kendari keduanya sama-sama berjuang. Faktanya saya tidak lagi menjabat sebagai gubernur, sehingga mereka berjuang dengan kekuatan mereka masing-masing,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh keluarga dan masyarakat sultra untuk bahu-membahu sehingga Tina Nur Alam menjadii Gubernur Sultra dan Sitya Giona menjadi Walikota Kendari.

“Mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk memenangkan istri dan putrinya di Pemilu mendatang,” tandas Nur Alam.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement