KENDARI, TERASSULTRA.COM – Polemik antara warga Perumahan AS Tamrin dan pihak pengembang kembali mencuat setelah seorang pria berinisial “AA” mengaku sebagai perwakilan warga dan menyampaikan sejumlah keluhan terkait perumahan tersebut. Pernyataan AA yang sebelumnya dimuat di beberapa media online menyebutkan bahwa pihak Developer dianggap belum memenuhi janji-janjinya terkait fasilitas perumahan.
Menanggapi hal tersebut, Penanggung Jawab Perumahan AS Tamrin yang dinaungi oleh PT Kandarindo Bumi Perkasa, Nurlia menegaskan bahwa tidak semua informasi yang beredar di media sepenuhnya benar. Ia menyayangkan adanya pihak luar yang ikut campur dalam urusan internal perumahan tanpa status yang jelas sebagai pemilik rumah.
“Saya sebagai penanggung jawab Perumahan AS Tamrin menyatakan bahwa berita yang beredar tidak semuanya benar. Adapun yang dianggap sebagai kekurangan perumahan kami, kami sebagai pihak Developer sangat menyayangkan adanya pihak lain yang dilibatkan dalam urusan internal perumahan kami,” ujarnya saat ditemui pada Kamis, 20 Februari 2025.
Lebih lanjut, Nurlia mengklarifikasi bahwa AA yang mengklaim sebagai perwakilan warga sebenarnya bukanlah pemilik resmi unit di Perumahan AS Tamrin. Ia hanya menumpang tinggal di rumah keluarganya yang baru saja melakukan akad pembelian.
“AA bukan pemohon atau pemilik rumah yang sah. Dia hanya tinggal di rumah keluarganya yang baru saja diakadkan. Jadi, klaimnya sebagai perwakilan warga perlu dipertanyakan,” jelasnya.
Menurutnya, pihak Developer selalu membuka komunikasi dengan warga dan menanggapi keluhan yang disampaikan secara resmi. Oleh karena itu, pernyataan AA dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lingkungan perumahan.
Menjawab berbagai keluhan yang disampaikan, Nurlia menegaskan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk merespons setiap masukan dari warga. Dalam waktu dekat, Developer berencana mengadakan pertemuan dengan warga untuk memastikan apakah permasalahan yang diangkat oleh AA benar-benar mencerminkan keluhan seluruh warga atau ada kepentingan lain di baliknya.
“Kami akan mengadakan pertemuan dengan warga. Nanti akan kami cek, apakah memang keluhan warga sepenuhnya seperti yang dikatakan AA atau ada motivasi lain di baliknya,” katanya.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah pasokan air bersih. Nurlia menjelaskan bahwa pihak Developer terus berusaha memastikan air mengalir selama 24 jam di seluruh rumah warga. Namun, jika terjadi gangguan, itu disebabkan oleh faktor teknis yang saat ini masih dalam tahap penanganan.
“Sejauh ini, pihak Developer tetap mengupayakan agar air dapat mengalir 24 jam seperti sedia kala. Jika ada kendala, kami sedang menangani hal itu, dan prosesnya memang membutuhkan waktu,” terangnya.
Kemudian tambahnya, terkait iuran air sebesar Rp50.000 per bulan yang disebut-sebut sebagai pungutan tidak wajar, Nurlia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kesepakatan bersama antara warga dan pengelola.
“Bila ada warga yang merasa tidak menggunakan air, logikanya mereka tidak mungkin membayar iuran seperti yang ditudingkan oleh AA,” bebernya.
Selain persoalan air, Nurlia juga menuturkan bahwa pembangunan fasilitas umum yang disebut belum terealisasi sepenuhnya. Menurutnya, proyek pembangunan masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun, dan beberapa fasilitas masih dalam tahap pengerjaan.
“Untuk jalan, saat ini masih tahap pengerasan karena kita masih dalam proses pembangunan. Fasilitas umum lainnya, Insya Allah akan kami selesaikan secara bertahap,” jelasnya.
Dengan demikian, pihaknya berharap agar permasalahan ini tidak menjadi polemik berkepanjangan dan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara warga dan pengembang.
Penulis: Andri


















Komentar